Bagi pengguna mobil listrik, waktu tunggu pengisian daya sering menjadi salah satu pertimbangan utama. AION mencoba menjawab persoalan itu dengan menyiapkan opsi swap baterai yang diklaim hanya membutuhkan sekitar 1,5 menit, sehingga proses pengisian energi bisa terasa jauh lebih ringkas dibandingkan metode konvensional.
Skema tersebut disiapkan untuk pasar mobil penumpang di Indonesia dan disebut akan menjadi yang pertama di segmennya jika benar-benar berjalan sesuai rencana. Tahap awalnya diproyeksikan hadir pada AION Y Plus, lalu disusul oleh AION UT agar kedua model itu memiliki pilihan penggunaan energi yang lebih fleksibel.
Kepastian soal rencana ini disampaikan oleh Iqbal Taufiqurrahman, product planning & strategy GAC Indonesia, saat mendampingi Otodriver di Guangzhou, Cina. Ia menjelaskan bahwa opsi swap baterai bukan fitur yang tersedia secara umum untuk semua model, melainkan varian khusus yang dikembangkan agar sesuai dengan sistem penukaran baterai.
Perbedaan itu penting karena baterai swap tidak sama dengan baterai yang selama ini digunakan pada AION Y Plus dan UT versi biasa. GAC membuat baterai jenis ini secara khusus untuk kebutuhan Aulton, penyedia layanan swap baterai asal Cina, sehingga baterai standar tidak bisa langsung diubah begitu saja menjadi versi swap.
Mengapa harus dirancang sejak awal
Pada model yang mendukung swap, baterai ditempatkan di lantai mobil dan dibuat agar mudah dilepas serta dipasang kembali di fasilitas khusus. Karena konstruksinya berbeda, sistem ini memang harus masuk dalam desain sejak awal dan tidak cukup hanya melalui modifikasi setelah mobil selesai diproduksi.
Pendekatan tersebut juga menjadi dasar mengapa AION Y Plus dipilih lebih dulu sebagai mobil penumpang pertama di Indonesia yang membawa opsi itu. Setelah itu, AION UT disiapkan untuk mengikuti jalur yang sama agar lini produknya punya pilihan pemakaian yang lebih beragam.
Hanya sekitar 100 detik untuk penukaran
Dari sisi waktu, proses penukaran baterai diklaim sangat singkat. Steven Qu, general manager international business division Aulton, menyebut penukaran baterai hanya memerlukan sekitar 100 detik atau 1,5 menit.
Ia juga mengatakan Aulton sudah menyiapkan 10 titik lokasi swap di seputaran Jakarta dengan alat swap generasi ke-7. Teknologi baru ini disebut tidak lagi membutuhkan proses mendongkrak mobil, sehingga alur penukaran bisa berlangsung lebih praktis bagi pengguna.
Pemantauan baterai dilakukan secara real time
Aulton menegaskan bahwa kondisi baterai tetap diawasi secara real time lewat sistem yang mereka gunakan. Pemantauan itu bertujuan menjaga performa baterai tetap prima sekaligus memastikan aspek keselamatan tetap terjaga selama digunakan.
Pengalaman Aulton di bidang ini juga menjadi salah satu modal penting. Perusahaan tersebut disebut sudah menjalankan layanan swap baterai selama 26 tahun di Cina dan bekerja sama dengan berbagai merek mobil listrik.
Dampak bagi kebiasaan pengguna mobil listrik
Jika fasilitas ini masuk dan berjalan sesuai rencana di Indonesia, pola penggunaan mobil listrik bisa berubah cukup signifikan. Pengguna tidak perlu lagi menunggu lama seperti pada pengisian daya konvensional, karena baterai dapat diganti dalam hitungan menit.
Bagi banyak calon pengguna, kecepatan seperti ini bisa menjadi nilai tambah yang kuat saat mempertimbangkan mobil listrik. Dalam aktivitas harian di wilayah perkotaan, akses swap baterai berpotensi membuat pengalaman berkendara terasa lebih praktis dan lebih efisien.
Dengan dukungan infrastruktur dari Aulton dan pengembangan model yang kompatibel dari AION, layanan ini menawarkan cara berbeda dalam mengisi energi mobil listrik penumpang. Jika rencana tersebut berjalan mulus, waktu isi daya bisa menjadi jauh lebih singkat dan lebih sesuai dengan ritme mobilitas pengguna di Indonesia.
Source: otodriver.com




