Perbedaan paling terasa antara Suzuki Smash 115 Plus ABS dan Yamaha Finn ada pada cara keduanya memaknai motor bebek harian. Satu pihak membawa pendekatan yang lebih modern dengan paket fitur yang lebih berani, sementara yang lain tetap bertahan pada formula sederhana yang dekat dengan kebutuhan dasar pengguna.
Di kelas 115cc yang masih ramai di Thailand, dua model ini memang sama-sama disiapkan untuk mobilitas sehari-hari. Namun, posisi mereka tidak sama, karena Smash 115 Plus ABS tampil sebagai pilihan yang lebih maju, sedangkan Finn justru menekan biaya agar tetap ramah di kantong.
Fokus utamanya memang berbeda
Suzuki tidak sekadar membuat Smash 115 Plus ABS sebagai bebek biasa. Motor ini diposisikan dengan kesan lebih premium berkat kehadiran ABS dan panel digital yang langsung menaikkan nilai pakainya.
Yamaha Finn mengambil jalur yang lebih tenang. Motor ini tidak mengejar kesan mewah, melainkan mengutamakan fungsi dasar, kemudahan, dan harga yang lebih mudah dijangkau oleh pengguna komuter.
Mesin sama-sama kecil, tetapi rasa berkendaranya tidak identik
Smash 115 Plus ABS memakai mesin SEP dengan teknologi LEaP, satu silinder 112,8cc SOHC 2-katup FI berpendingin udara. Tenaga puncaknya berada di 9,25 hp pada 7.000 rpm, sedangkan torsinya 9,10 Nm pada 6.500 rpm.
Mesin itu dipasangkan dengan transmisi semi-otomatis 4 percepatan. Karakternya ringan dan responsif di putaran bawah, sehingga cocok untuk lalu lintas perkotaan yang sering stop-and-go.
Yamaha Finn juga memakai konfigurasi satu silinder SOHC berpendingin udara, tetapi dengan kapasitas 114cc. Outputnya tercatat 8,8 hp pada 7.000 rpm dan torsi 9,2 Nm pada 5.500 rpm, lalu disalurkan lewat transmisi semi-otomatis 4 percepatan.
Karakter Finn lebih halus dan cenderung menekan efisiensi. Tarikannya memang tidak agresif, tetapi masih memadai untuk pemakaian santai setiap hari.
Bobot ringan jadi modal penting untuk dua-duanya
Kedua motor ini mengandalkan format bebek yang sederhana dan mudah dipahami. Smash 115 Plus ABS menggunakan rangka ringan dengan suspensi teleskopik di depan dan dual shock di belakang, lalu bobotnya sekitar 97 kg.
Angka tersebut membuat motor terasa lincah ketika diajak melintas di jalan sempit atau padat. Untuk penggunaan harian, kondisi seperti ini sering membantu pengendara merasa lebih percaya diri saat bermanuver.
Finn juga membawa skema serupa dengan rangka underbone, suspensi teleskopik depan, dan dual shock belakang. Bobotnya disebut ringan di kisaran 97–100 kg, dengan ergonomi yang dibuat nyaman untuk banyak pengendara, termasuk pemula.
Perangkat keselamatan dan panel menjadi pembeda yang paling jelas
Suzuki menyiapkan Smash 115 Plus ABS dengan paket yang lebih lengkap di sisi keselamatan. Motor ini menggunakan rem cakram depan dan belakang dengan ABS, panel full digital, serta sistem injeksi modern.
Kombinasi itu membuat Smash terlihat lebih modern dan terasa lebih tinggi kelasnya. Di segmen bebek seperti ini, ABS juga menjadi nilai tambah yang tidak selalu hadir di semua model.
Finn berada di sisi yang lebih sederhana. Motor ini memakai rem cakram depan dan tromol belakang dengan UBS, lalu menggunakan panel analog atau semi-digital dan lampu halogen.
Arah pengembangannya terlihat jelas, yakni menjaga motor tetap praktis agar mudah diterima pasar komuter. Sederhana bukan berarti lemah, tetapi memang disusun agar biaya kepemilikan tetap lebih rendah.
Harga menegaskan perbedaan posisi keduanya
Di Thailand, Suzuki Smash 115 Plus ABS dipasarkan pada kisaran 59.900 Baht atau sekitar Rp 31,9 jutaan. Yamaha Finn berada di rentang 41.200–48.700 Baht atau sekitar Rp 21,9–25,9 jutaan.
Selisih harga itu cukup besar dan sangat memengaruhi pilihan konsumen yang mencari motor harian. Smash bergerak ke arah yang lebih mahal karena fitur dan kesan modernnya lebih kuat.
Finn justru menang di sisi harga masuk akal dan pendekatan yang tidak rumit. Karena itu, motor ini tetap menarik bagi pembeli yang lebih memprioritaskan kepraktisan daripada kelengkapan fitur.
Dengan paket yang berbeda seperti ini, kedua motor tetap bermain di kebutuhan yang sama, tetapi menawarkan jawaban yang tidak serupa. Suzuki Smash 115 Plus ABS menyasar pengguna yang ingin fitur keselamatan lebih lengkap, sedangkan Yamaha Finn tetap menjaga daya tarik lewat kesederhanaan dan biaya yang lebih ringan.
Source: ridertua.com




