Siang Hingga Awal Malam Paling Berisiko, BMKG Ingatkan Hujan Lebat di Banyak Wilayah Jateng

Masyarakat Jawa Tengah diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah karena cuaca pada siang hingga malam berpotensi berubah cepat. Sejumlah wilayah diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Peringatan ini disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang untuk prakiraan yang berlaku pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, cuaca di Jawa Tengah tidak hanya berpotensi memunculkan hujan ringan, tetapi juga membuka peluang terjadinya cuaca ekstrem di beberapa titik.

Wilayah yang paling perlu memperhatikan kondisi cuaca

BMKG menyebut potensi hujan sedang hingga lebat paling besar terjadi di wilayah pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Jawa Tengah bagian selatan, serta Solo Raya dan sekitarnya. Kondisi ini membuat daerah-daerah tertentu perlu lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang bisa datang dalam waktu singkat.

Daerah yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Cilacap, Banyumas atau Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Temanggung, Pemalang, Brebes, serta Cilacap wilayah barat atau Majenang.

Selain itu, Kota Surakarta atau Solo dan Kota Salatiga juga masuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. BMKG menilai wilayah-wilayah tersebut perlu terus memantau perkembangan cuaca, terutama saat aktivitas masyarakat mulai padat pada siang dan menjelang malam.

Dampak yang ikut diwaspadai

Selain intensitas hujan yang tinggi, BMKG juga mengingatkan adanya potensi dampak ikutan dari cuaca buruk. Risiko yang perlu diantisipasi meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hujan es, hingga sambaran petir.

Peringatan ini menjadi penting karena hujan lebat dalam waktu singkat bisa memengaruhi mobilitas warga dan kondisi lingkungan sekitar. Wilayah dengan kontur pegunungan atau dataran tinggi umumnya perlu perhatian lebih karena hujan deras dapat memicu gangguan pada akses jalan maupun area rawan lainnya.

Daerah lain tetap berpeluang diguyur hujan

Tidak semua wilayah Jateng berada pada kategori hujan lebat. BMKG juga memetakan daerah yang berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu Kabupaten Sragen, Demak, Kendal, Batang, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal.

Untuk Semarang dan sekitarnya, pagi hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun kondisi itu tidak bertahan sepanjang hari karena pada siang hingga malam hujan ringan sampai sedang masih berpeluang turun dan dapat mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang berada di luar ruangan.

Perubahan cuaca dari cerah berawan menjadi hujan dalam waktu singkat masih mungkin terjadi di banyak titik. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya melihat kondisi pagi, tetapi juga memperhatikan perkembangan awan dan potensi hujan pada jam-jam berikutnya.

Suhu dan arah angin masih mendukung cuaca yang dinamis

BMKG mencatat suhu udara di Jawa Tengah berada pada kisaran 18 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara diperkirakan cukup tinggi, yakni 55 hingga 95 persen, sehingga kondisi atmosfer masih mendukung terbentuknya hujan di sejumlah wilayah.

Arah angin diperkirakan bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 5 sampai 30 kilometer per jam. Kombinasi suhu, kelembapan, dan angin tersebut menunjukkan cuaca Jawa Tengah masih cukup dinamis sepanjang hari, terutama pada periode siang hingga malam.

Karena itu, masyarakat di wilayah yang masuk prakiraan hujan dan angin kencang diimbau tetap waspada saat bepergian. Pemantauan informasi resmi BMKG menjadi langkah penting agar rencana perjalanan, pekerjaan lapangan, dan aktivitas harian bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca yang berubah cepat.

Source: jateng.jpnn.com

Baca Juga

Back to top button