Malam Shohei Ohtani di Petco Park bukan hanya soal satu pukulan panjang atau satu penampilan solid di atas mound. Dalam satu pertandingan, ia kembali menunjukkan mengapa peran gandanya tetap menjadi salah satu hal paling istimewa di Major League Baseball.
Los Angeles Dodgers menang 4-0 atas San Diego Padres, dan Ohtani ikut menentukan arah laga sejak awal sampai akhir. Ia membuka pertandingan dengan home run, lalu menutup tugasnya sebagai pitcher dengan lima inning yang cukup efektif untuk menjaga kendali permainan.
Pukulan pembuka itu datang cepat setelah Ohtani menyambut fastball tinggi dari Randy Vásquez. Bola melesat sejauh 398 kaki ke tengah lapangan dan menjadi homer kedelapan Ohtani musim ini.
Itu juga menambah catatan unik dalam kariernya. Home run tersebut menjadi home run pembuka pertandingan ke-27 milik Ohtani, dan ia kini menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah MLB yang mencetak homer pembuka saat menjadi pitcher, sebuah pencapaian yang sudah ia lakukan dua kali.
Efektif meski tidak sepenuhnya mulus
Di atas mound, Ohtani tidak tampil dengan ritme yang benar-benar nyaman, tetapi hasil akhirnya tetap sangat membantu Dodgers. Ia membatasi Padres hanya tiga hit selama lima inning dan mampu menjaga keunggulan tanpa membiarkan lawan bangkit.
Ohtani sempat mengatasi sembilan pemukul pertama yang dihadapinya, meski ia membutuhkan 52 lemparan untuk melewati bagian awal laga tersebut. Start ini juga menjadi yang terpendek baginya musim ini, karena sebelumnya ia belum pernah turun di bawah enam inning.
Manajer Dodgers Dave Roberts menjelaskan bahwa tim memang sengaja mengatur beban kerja Ohtani. Pertimbangan itu juga terkait dengan fakta bahwa Ohtani kembali masuk lineup sebagai pemukul dalam laga yang sama.
ERA turun ke angka elite
Kinerja lima inning itu langsung berdampak pada angka musim Ohtani di atas mound. ERA-nya turun menjadi 0,73, dan angka itu menjadi yang terendah di antara pitcher Major League Baseball dengan sedikitnya 25 inning kerja.
Secara keseluruhan musim ini, Ohtani baru membiarkan empat earned run dalam 49 inning. Ia juga berhasil menjaga lawan tanpa run dalam lima dari delapan start-nya.
Momen paling menegangkan di inning kelima
Bagian paling berisiko datang di inning kelima ketika Padres memuat bases dengan satu out. Situasi itu terbentuk lewat dua single dan satu walk, sehingga tekanan meningkat tajam menjelang lemparan terakhir Ohtani.
Namun Ohtani menutup ancaman tersebut dengan cara yang sangat penting bagi Dodgers. Ia memaksa Fernando Tatis Jr. memukul ground ball yang berubah menjadi double play, dan momen itu langsung memicu reaksi emosional darinya di atas mound.
Roberts menilai Ohtani sangat memperhatikan komentar tentang dirinya dan kerap menjadikannya motivasi. Bagi sang manajer, malam itu memperlihatkan kontribusi Ohtani di dua sisi, terlebih setelah ia sempat melalui periode yang tidak terlalu konsisten saat pitching dan batting.
Sebelum laga ini, Ohtani memang belum menghasilkan banyak angka ofensif ketika juga tampil sebagai pitcher. Roberts bahkan mencadangkan pukulannya pada tiga start mound terakhir, meski performa Ohtani di plate mulai membaik dengan 13 hit dalam tujuh pertandingan terakhir.
Ohtani sendiri mengakui datang ke pertandingan dengan rasa tidak pasti karena feel di mound tidak terlalu bagus. Meski begitu, ia tetap puas karena bisa membantu tim lewat lemparan dan pukulan dalam laga penting tersebut.
Bagi Dodgers, kemenangan tanpa kebobolan ini tidak hanya memperlihatkan hasil akhir yang rapi. Pertandingan itu juga menegaskan kembali betapa besar pengaruh Ohtani ketika ia berdiri di kotak batter dan naik ke mound dalam malam yang sama.





