Setelah Sempat Sakit Di Medan, Calon Haji Tegal Ini Bisa Lanjut Terbang Bersama Kloter Solo

Proses keberangkatan calon haji tidak selalu berjalan mulus, terutama ketika ada jamaah yang mengalami gangguan kesehatan di tengah perjalanan. Dalam kasus Muritno, 73 tahun, penanganan medis justru menjadi kunci agar ia tetap bisa melanjutkan penerbangan menuju Embarkasi Solo setelah sebelumnya sempat diturunkan di Bandara Internasional Kualanamu.

Keputusan untuk membiarkan Muritno kembali terbang tidak diambil begitu saja. Ia lebih dulu menjalani pemeriksaan lanjutan dan observasi medis di Medan sampai tim kesehatan memastikan kondisinya stabil dan layak terbang.

Dipastikan aman sebelum diberangkatkan lagi

Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Embarkasi Medan, Murnisyah Nasution, menjelaskan bahwa Muritno tidak langsung dipulangkan ke rombongan asalnya setelah mengalami sakit. Jamaah asal Desa Sutapranan, Kecamatan Dukuh Turi, Kabupaten Tegal itu harus melewati tahapan perawatan terlebih dahulu hingga surat keterangan layak terbang diterbitkan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa keselamatan jamaah menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan keberangkatan ulang. Selama masa penanganan, Muritno juga mendapat pendampingan dari Cheriyah, 80 tahun, warga Desa Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Peristiwa bermula saat penerbangan berhenti di Kualanamu

Muritno sebelumnya harus turun dari pesawat Garuda Indonesia ketika perjalanan menuju Tanah Suci berlangsung. Kondisi kesehatannya saat itu tidak memungkinkan untuk tetap melanjutkan penerbangan, sehingga petugas mengambil langkah penanganan sesuai prosedur.

Setelah ia ditangani oleh petugas kesehatan, proses pemeriksaan berlanjut sampai kesehatannya dinilai membaik. Dari hasil itulah, Muritno akhirnya mendapat izin untuk kembali terbang dan tidak dibiarkan tertinggal dari skema keberangkatan yang sudah diatur.

Kembali masuk ke rombongan Embarkasi Solo

Setelah dinilai layak, Muritno dipulangkan terlebih dahulu ke Embarkasi Solo sebelum bergabung lagi dengan rombongan asalnya. Ia kemudian kembali bersama 360 calon haji dalam Kloter 3 Embarkasi Solo.

Rombongan itu diberangkatkan dari Bandara Adi Soemarmo pada Rabu (22/4), setelah tim medis memastikan Muritno aman untuk ikut terbang. Sebelumnya, pesawat Garuda yang membawanya ke Solo sempat mengisi avtur di Bandara Kualanamu sebelum proses keberangkatan dilanjutkan.

Koordinasi petugas menjaga kelancaran proses

Kasus Muritno memperlihatkan bagaimana petugas embarkasi, tim medis, dan maskapai saling berkoordinasi saat ada jamaah yang mengalami kendala kesehatan. Penanganan dilakukan lebih dulu agar keberangkatan tetap aman dan sesuai prosedur.

Dalam situasi seperti ini, calon haji tidak langsung diteruskan ke tujuan akhir sebelum dinyatakan stabil oleh tenaga kesehatan. Skema tersebut membuat Muritno tetap bisa kembali ke kelompok keberangkatan semula tanpa keluar dari pengaturan yang sudah ditetapkan.

Perjalanan Muritno menjadi contoh bahwa layanan kesehatan di embarkasi disiapkan untuk merespons kondisi darurat selama proses pemberangkatan haji. Dengan pemeriksaan yang ketat, jamaah yang sempat sakit masih diberi kesempatan melanjutkan ibadah setelah benar-benar dinilai layak terbang.

Source: news.republika.co.id

Baca Juga

Back to top button