Serangga Ini Sering Dikira Kecoak, Padahal Beberapa Justru Masuk Dari Luar Rumah

Di banyak rumah, serangga gelap yang bergerak cepat sering langsung dianggap kecoak. Padahal, beberapa jenis hewan berkaki enam punya bentuk tubuh, kebiasaan, dan habitat yang berbeda jauh meski sekilas tampak serupa.

Kesalahan mengenali serangga ini bisa membuat langkah penanganan jadi keliru. Ada yang lebih sering datang dari luar rumah, ada yang memilih area lembap, dan ada juga yang justru berkaitan erat dengan masalah kebersihan di dalam rumah.

Yang paling sering bikin salah lihat

Kutu kasur termasuk yang paling mudah tertukar dengan nimfa kecoak. Keduanya sama-sama berwarna coklat kemerahan dan tidak bersayap, tetapi kutu kasur berbentuk oval dan bersegmen.

Pembeda utamanya ada pada kebiasaan makan. Kutu kasur mengisap darah, sedangkan kecoak memakan hampir segala sesuatu.

Tanda lain juga bisa membantu mengarahkan identifikasi. Jika ditemukan darah di seprai atau telur di tempat tidur, itu lebih dekat dengan kutu kasur daripada kecoak.

Serangga yang datang dari luar

Kumbang bau cokelat marmor sering memancing kepanikan karena bentuknya mirip kecoak dari kejauhan. Tubuhnya berbentuk perisai, warnanya coklat atau hitam, dan kadang tampak coklat keabu-abuan.

Ciri yang paling khas justru bukan bentuknya, melainkan reaksinya saat terancam. Serangga ini bisa mengeluarkan cairan berbau busuk, dan pada bulan-bulan dingin sering mencari tempat berlindung di dalam rumah seperti loteng, celah dinding, atau area yang jarang digunakan.

Asian longhorned beetle juga kadang disangka serangga rumah biasa. Padahal, tubuhnya hitam dengan bintik putih yang tidak beraturan dan antenanya sangat panjang hingga melengkung ke belakang.

Yang kerap mengecoh karena bentuk tubuh

Kumbang tanah termasuk serangga yang sering dikira kecoak karena tubuhnya pipih, oval, dan berwarna gelap seperti coklat tua atau hitam. Serangga ini punya lebih dari 2.000 jenis, tetapi umumnya hidup di luar ruangan seperti kebun, bawah batu, atau daun gugur.

Pembeda yang cukup jelas ada pada bentuk tubuh yang lebih panjang, sering disertai garis atau lekukan. Kumbang tanah juga memiliki sayap yang lebih berkembang sehingga lebih pandai terbang dibandingkan kecoak.

Jangkrik pun sering dianggap anak kecoak karena sama-sama punya enam kaki dan tubuh panjang. Namun, jangkrik lebih suka melompat, sementara tubuh kecoak cenderung lebih pipih dan oval.

Serangga ini biasanya berwarna coklat atau hitam dengan antena panjang, tetapi bentuk tubuhnya lebih silindris. Jangkrik juga memiliki sayap di bagian depan dan kaki panjang untuk melompat, serta lebih sering hidup di halaman atau kebun daripada menginfestasi rumah dalam jumlah besar.

Hewan air yang sesekali masuk rumah

Kutu air raksasa kadang berhasil masuk ke dalam rumah dan akhirnya disangka kecoak. Penampilannya memang mirip dari jauh, tetapi serangga ini biasanya hidup di lingkungan air seperti kolam atau rawa.

Ciri yang paling mudah dikenali ada pada penjepit di mulutnya. Kutu air juga punya mata yang jauh lebih besar daripada kecoak dan ujung tubuh yang runcing.

Kumbang Juni juga bisa menipu pandangan, terutama saat terlihat terbang dan menempel di layar jendela. Ukurannya biasanya tidak lebih dari 3 cm, dengan warna yang bervariasi dari coklat kemerahan hingga mendekati hitam.

Serangga ini aktif pada malam hari di bulan Mei dan Juni, sesuai namanya. Punggungnya lebih tinggi dan lebih bulat dibandingkan kecoak, sehingga terlihat lebih gemuk saat dilihat dari dekat.

Mengenali perbedaan kecil di antara serangga-serangga ini membantu penghuni rumah mengambil langkah yang tepat. Kebersihan rumah dan kewaspadaan terhadap tanda-tanda keberadaan serangga tetap menjadi dasar penting untuk menjaga rumah bebas hama.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button