Kemenangan dramatis Indonesia atas Taiwan di laga terakhir Grup C Piala Uber 2026 bukan sekadar soal skor 3-2. Hasil itu juga memastikan tim bulu tangkis putri Indonesia melangkah ke perempat final sebagai juara grup setelah melewati pertandingan yang dipenuhi tekanan sampai partai penutup.
Jalan menuju kemenangan tidak berjalan mulus karena Indonesia sempat tertinggal 1-2. Situasi tersebut baru berubah setelah Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum menjaga harapan tim lewat kemenangan penting di partai keempat, sebelum Ester Nurumi Tri Wardoyo menyelesaikan tugasnya di nomor terakhir.
Awal yang menjanjikan lalu berbalik menekan
Indonesia memulai laga dengan hasil positif dari tunggal putri pertama. Putri Kusuma Wardani tampil solid dan mengalahkan Chiu Pin-Chian dengan skor 21-17, 21-17 untuk membawa Indonesia unggul 1-0.
Keunggulan itu tidak bertahan lama. Taiwan membalas melalui nomor ganda pertama ketika Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah dari Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu dengan skor 21-23, 13-21. Setelah itu, tekanan bagi Indonesia makin besar karena laga ketiga juga menjadi milik Taiwan.
Ni Kadek Dhinda Amarta Pratiwi sempat memberi perlawanan sengit kepada Lin Hsiang Ti, tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan lawan. Pertandingan itu berakhir dengan skor 21-10, 30-29 untuk wakil Taiwan dan membuat Indonesia berada dalam posisi tertinggal 1-2.
Rachel dan Febi jaga peluang tim
Saat kondisi mulai menekan, Indonesia masih memiliki ruang untuk bertahan lewat partai keempat. Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum menjawab tantangan itu dengan permainan yang gigih menghadapi Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun.
Pasangan Indonesia menang lewat rubber game dengan skor 11-21, 22-20, 21-16. Hasil tersebut sangat krusial karena memaksa penentuan juara laga jatuh ke partai kelima, sekaligus menjaga asa Indonesia agar tidak berhenti di angka 2-2 yang bisa mengubah arah grup.
Ester tampil tenang di laga penentu
Sorotan utama kemudian tertuju kepada Ester Nurumi Tri Wardoyo di partai terakhir. Ia sempat tertinggal pada gim pertama ketika Huang Yu-Hsun lebih dulu mengambil kendali permainan dan membuat Indonesia berada dalam situasi yang tidak mudah.
Namun, Ester mampu membalikkan keadaan setelah menemukan ritme permainan pada gim kedua. Delapan poin beruntun menjadi titik penting yang mengangkat kembali kepercayaan dirinya sekaligus mengubah jalannya pertandingan.
Pada gim penentu, Ester bermain lebih stabil dan minim kesalahan. Ia tidak memberi banyak ruang bagi Huang untuk berkembang dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-15, 19-21, 12-21 yang memastikan Indonesia menang 3-2.
Dalam duel selama 69 menit itu, ketenangan Ester menjadi pembeda. Saat tekanan memuncak, ia justru mampu menjaga fokus dan menyelesaikan pertandingan dengan efektif pada momen paling penting.
Hasil lengkap yang menentukan posisi grup
Putri Kusuma Wardani membuka kemenangan Indonesia atas Chiu Pin-Chian dengan skor 21-17, 21-17. Setelah itu, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah dari Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu dengan skor 21-23, 13-21.
Di partai ketiga, Ni Kadek Dhinda Amarta Pratiwi takluk dari Lin Hsiang Ti dengan skor 21-10, 30-29. Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum lalu menang atas Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun melalui skor 11-21, 22-20, 21-16, sebelum Ester menutup rangkaian laga dengan kemenangan atas Huang Yu-Hsun.
Hasil ini menegaskan kemampuan Indonesia bangkit saat berada di bawah tekanan. Meski sempat tertinggal, tim putri Indonesia tetap mampu menjaga fokus sampai akhir dan mengamankan status juara Grup C.
Taiwan juga tetap lolos ke perempat final sebagai runner-up grup. Mereka mengikuti langkah Indonesia setelah sebelumnya mengalahkan Kanada dan Australia di fase grup, sehingga dua tiket dari Grup C akhirnya menjadi milik kedua tim.
Source: www.medcom.id