Seamus Coleman Bersiap Akhiri 17 Tahun di Everton, Warisan Besarnya Masih Terbuka

Cedera yang terus datang membuat musim ini terasa berbeda bagi Seamus Coleman. Bek senior Everton itu hanya sempat tampil dalam tiga laga Premier League, dan situasi fisiknya ikut membentuk keputusan besar yang kini menandai akhir dari pengabdian panjangnya di Goodison Park.

Pada musim panas mendatang, Coleman akan meninggalkan Everton setelah 17 tahun membela klub tersebut. Kontraknya berakhir dan ia disebut membuka peluang untuk tetap berada di klub lewat jalur lain, meski belum ada keputusan final soal tawaran yang disiapkan Everton untuk masuk ke staf pelatih.

Dari transfer murah menjadi sosok sentral

Perjalanan Coleman bersama Everton dimulai pada Januari 2009, saat ia direkrut dari Sligo Rovers dengan nilai transfer hanya 60.000 poundsterling. Dari titik awal yang sederhana itu, ia tumbuh menjadi salah satu pemain paling penting di skuad Everton selama bertahun-tahun.

Statusnya di ruang ganti ikut naik seiring waktu. Pada 2019, Coleman dipercaya mengenakan ban kapten, sebuah penanda kuat bahwa dirinya bukan hanya pemain lama, tetapi juga pemimpin di dalam dan luar lapangan.

Catatan penampilannya juga menunjukkan betapa besar perannya. Coleman sudah bermain dalam 372 pertandingan Premier League untuk Everton, dengan sumbangan 22 gol dan 24 assist.

Rekor dan tempatnya dalam sejarah klub

Nama Coleman semakin kuat melekat dalam sejarah Everton ketika pada 2024 ia melewati rekor penampilan terbanyak klub di Premier League milik Tim Howard. Howard mencatat 354 laga, sebelum akhirnya dilampaui oleh Coleman.

Secara keseluruhan, Coleman sudah membukukan 434 penampilan di semua kompetisi. Jumlah itu membuat posisinya dalam daftar penampilan terbanyak sepanjang sejarah klub masih berpeluang naik lagi.

Jika turun melawan Sunderland pada laga kandang terakhir yang dijadwalkan berlangsung Minggu, Coleman bisa naik ke peringkat kesembilan dan melewati Dixie Dean serta Leon Osman. Namun, kepastian tampilnya masih bergantung pada kondisi fisiknya.

Pintu menuju karier setelah bermain

Coleman sebenarnya sudah menyiapkan langkah awal untuk dunia kepelatihan. Ia memegang lisensi UEFA B, yang memberinya izin melatih tim amatir, tim usia muda hingga level 16 tahun, serta menjadi asisten pelatih.

Pengalaman itu sempat ia pakai ketika Everton memecat Sean Dyche pada awal 2025. Saat itu, Coleman bersama Leighton Baines dipercaya menangani tim utama sementara dalam laga Piala FA melawan Peterborough United.

Bagi Everton, kepergian Coleman berarti berakhirnya satu era yang dibangun lewat konsistensi, kepemimpinan, dan ketahanan menghadapi banyak tantangan fisik. Dari pemain muda dengan banderol kecil hingga kapten dan pemegang rekor klub di Premier League, jejaknya sudah tertanam kuat dalam perjalanan modern Everton.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version