Rotasi yang dilakukan tim putri Indonesia saat menghadapi Australia di fase grup Piala Uber 2026 menjadi sorotan karena menyentuh sektor ganda. Keputusan itu menampilkan kembali pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Rachel Allessya Rose, sementara Febi Setianingrum/Trias Salsabila diberi waktu istirahat untuk menjaga kebugaran.
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mengejar hasil di satu laga, tetapi juga mengatur tenaga pemain untuk rangkaian pertandingan berikutnya. Dalam fase grup yang menuntut konsistensi, pengelolaan fisik menjadi bagian penting agar tim tetap stabil dari awal sampai akhir.
Kepala pelatih ganda putri utama Pelatnas PBSI, Karel Mainaky, menegaskan bahwa susunan melawan Australia disusun lewat pertimbangan menyeluruh. Ia menyebut kondisi fisik, kesiapan pemain, dan kecocokan karakter permainan sebagai dasar utama sebelum menentukan komposisi tim.
Menurut Karel, penurunan Febriana dan Rachel bukanlah keputusan yang dibuat secara tergesa-gesa. Pasangan itu dinilai sedang berada dalam kondisi paling siap dan dianggap cocok untuk menghadapi pola permainan lawan.
“Keputusan untuk menurunkan Febriana dan Rachel pada pertandingan melawan Australia sudah kami pertimbangkan secara matang,” ujar Karel. Ia juga menekankan bahwa setiap pilihan dibuat untuk kepentingan tim secara keseluruhan, bukan hanya demi satu sektor tertentu.
Susunan yang ditampilkan Indonesia dalam laga ini memperlihatkan upaya menjaga keseimbangan antara nomor tunggal dan ganda. Di sektor tunggal, Putri Kusuma Wardani dimainkan melawan Tiffany Ho pada tunggal pertama, lalu Thalita Ramadhani Wiryawan berhadapan dengan Faye Huo pada tunggal kedua.
Untuk tunggal ketiga, Ester Nurumi Tri Wardoyo turun menghadapi Jesslyn Carrisia. Di nomor ganda, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dipasang pada ganda pertama untuk melawan Gronya Somerville/Angela Yu.
Sementara itu, Febriana Dwipuji Kusuma/Rachel Allessya Rose dipercaya tampil pada ganda kedua menghadapi Jesslyn Carrisia/Victoria Tjonadi. Komposisi ini memperlihatkan bahwa tim tetap menempatkan perhatian pada kekuatan kolektif, sambil menyesuaikan susunan dengan karakter lawan.
Rotasi di sektor ganda juga memberi ruang bagi pengelolaan kondisi pemain yang lebih rapi. Febi Setianingrum/Trias Salsabila mendapat waktu rehat agar kembali bugar ketika diperlukan pada pertandingan selanjutnya.
Langkah seperti ini penting karena fase grup Piala Uber tidak hanya membutuhkan performa tinggi dalam satu pertandingan. Tim harus menjaga agar para pemain tidak terkuras terlalu cepat, terutama ketika jadwal menuntut kesiapan berulang dalam waktu yang berdekatan.
Karel juga menunjukkan keyakinan bahwa duet yang diturunkan dapat memberi kontribusi maksimal. Dengan komposisi yang dipilih secara hati-hati, Indonesia berusaha menjaga performa tetap konsisten sekaligus mempertahankan peluang di fase grup.
Pendekatan itu menegaskan bahwa tim putri Indonesia menjalani Piala Uber 2026 dengan strategi yang fleksibel. Fokusnya bukan hanya pada duel melawan Australia, tetapi juga pada kesinambungan performa agar seluruh pemain tetap siap menghadapi laga-laga berikutnya.
Source: bola.bisnis.com




