Rekrutmen 30.000 Manajer Koperasi Desa Dimulai, Tugas Besar Dibayar Hingga Rp7,5 Juta

Peluang kerja di sektor koperasi desa kembali mencuri perhatian setelah pemerintah membuka rekrutmen besar untuk 30.000 posisi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP. Formasi ini menyasar lulusan Diploma hingga Sarjana dan langsung menjadi sorotan karena berkaitan dengan penguatan ekonomi desa dan kelurahan.

Daya tarik lain datang dari pembahasan kompensasi yang disebut bisa mencapai Rp7,5 juta per bulan. Meski angka resmi belum diumumkan, besaran itu sudah cukup untuk memancing minat banyak pencari kerja yang melihat posisi ini sebagai jalur karier baru di bidang pengelolaan koperasi.

Tugas manajer tidak hanya soal administrasi

Peran Manajer KDKMP tidak dirancang sekadar untuk mengurus pencatatan internal. Posisi ini ditempatkan sebagai penggerak operasional yang memastikan seluruh unit bisnis koperasi berjalan tertib, efektif, dan profesional di wilayah penugasan.

Koperasi desa sendiri dibentuk sebagai pusat layanan ekonomi terpadu yang hadir langsung di tengah masyarakat. Layanan yang ditangani mencakup distribusi sembako, apotek desa, serta manajemen logistik bagi petani dan nelayan.

Selain itu, koperasi juga diarahkan untuk mendorong produk unggulan daerah agar perputaran ekonomi lokal semakin kuat. Dengan fungsi yang cukup luas itu, manajer memegang peran sentral dalam menjaga arah kerja koperasi di lapangan.

Skema upah masih menunggu pengumuman resmi

Hingga saat ini, pemerintah belum merilis angka gaji final untuk posisi Manajer Koperasi Desa Merah Putih. Namun, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa skema pengupahan akan dibuat proporsional sesuai kebutuhan program.

Pembagian kompensasi itu akan mempertimbangkan jenjang pendidikan dan tanggung jawab kerja. Karena itu, lulusan D3, D4, dan S1 tidak akan dipukul rata, sebab beban tugas yang diterima juga berbeda.

Estimasi Rp7,5 juta per bulan yang ramai dibicarakan dikaitkan dengan pengelolaan program di bawah naungan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara. Angka tersebut juga dinilai cukup kompetitif karena disebut melampaui UMP DKI Jakarta 2026 yang berada di level Rp5,7 juta.

Syarat pendaftaran ditujukan untuk lulusan muda

Rekrutmen ini dibuka untuk pelamar yang siap bergerak lintas daerah dan memiliki kemampuan manajerial yang memadai. Pemerintah menetapkan syarat umum yang cukup jelas agar posisi ini bisa diisi oleh lulusan muda yang memenuhi kebutuhan program.

Berikut syarat utama yang harus dipenuhi calon pelamar:

  1. Pendidikan minimal D3, D4, atau S1 dari semua jurusan.
  2. Usia maksimal 35 tahun.
  3. IPK minimal 2,75.
  4. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kedaulatan Indonesia.

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa mobilitas menjadi salah satu faktor penting dalam seleksi. Pemerintah menilai kesiapan untuk ditempatkan di berbagai daerah sama pentingnya dengan latar belakang pendidikan.

Kontrak dua tahun dan jalur seleksi resmi

Peserta yang lolos akan bekerja melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau PKWT selama dua tahun. Selama masa kerja itu, para manajer berada di bawah koordinasi perusahaan BUMN sebelum ditempatkan di unit koperasi daerah.

Proses pendaftaran dilakukan melalui portal resmi phtc.panselnas.go.id. Pemerintah juga menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya dan masyarakat perlu waspada terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.

Informasi resmi hanya akan disampaikan melalui kanal komunikasi PANSELNAS untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Adapun jadwal seleksi yang diumumkan meliputi pendaftaran online pada 15–24 April 2026, seleksi administrasi pada 15–25 April 2026, pengumuman hasil administrasi pada 26–27 April 2026, tes kompetensi pada 5–14 Mei 2026, serta pengumuman akhir kelulusan pada 15–17 Juni 2026.

Dengan formasi yang besar, peran yang strategis, dan skema kerja yang sudah disiapkan, rekrutmen Manajer Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu lowongan paling disorot. Program ini diarahkan untuk memperkuat pelayanan ekonomi masyarakat desa melalui koperasi yang lebih terorganisasi dan berjalan lebih profesional.

Baca Juga

Back to top button