Rekor Simeone Dan Ketatnya Lini Belakang Arsenal, Penentu Laga Atletico Madrid Lawan Arsenal

Laga Atletico Madrid melawan Arsenal pada leg pertama semifinal Liga Champions diperkirakan berjalan sangat ketat karena kedua tim datang membawa kekuatan yang berbeda. Atletico punya rekor kandang yang kuat dan Diego Simeone kembali dipercaya sebagai sosok yang bisa mengubah tekanan besar menjadi keuntungan di Metropolitano.

Arsenal juga tidak datang sebagai tim yang mudah digoyahkan. The Gunners membawa pertahanan yang sangat rapat sepanjang musim ini, dengan hanya kebobolan lima kali dalam 12 laga, sehingga duel di lini tengah dan ketepatan memilih susunan pemain berpotensi menjadi penentu utama.

Dua tim dengan modal Eropa yang sama-sama kuat

Pertemuan ini mempertemukan dua klub yang sama-sama punya catatan bagus saat menghadapi lawan dari liga besar Eropa. Atletico menampilkan produktivitas yang tajam musim ini dengan 34 gol, sementara Arsenal dikenal sulit ditembus dan lebih mengandalkan kontrol permainan serta efisiensi serangan.

Rekam jejak di kompetisi Eropa juga membuat duel ini terasa terbuka. Arsenal menorehkan tujuh kemenangan beruntun atas wakil La Liga di Liga Champions, sedangkan Atletico justru mengandalkan pengalaman panjang menghadapi klub Inggris untuk menjaga peluang tetap besar di kandang sendiri.

Simeone punya alasan untuk percaya diri

Diego Simeone memasuki laga ini dengan modal yang tidak kecil saat bermain di depan publik sendiri. Atletico mencatat 11 kemenangan dari 15 duel dua leg melawan klub Inggris, termasuk tiga kemenangan pada babak semifinal.

Catatan kandang mereka juga cukup menonjol. Dalam 18 laga kandang melawan tim Inggris, Los Rojiblancos menang sembilan kali dan hanya dua kali kalah, sebuah angka yang memperlihatkan betapa sulitnya menaklukkan mereka di Metropolitano.

Lolos dengan cara berbeda, tetapi sama-sama meyakinkan

Atletico melangkah ke semifinal setelah menyingkirkan Barcelona di perempat final. Hasil itu memberi dorongan besar karena Barcelona saat itu masih memimpin klasemen Liga Spanyol, sehingga kemenangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa tim Simeone mampu bersaing di level tertinggi.

Arsenal juga tiba dengan rasa percaya diri tinggi setelah melewati Sporting CP. Kepercayaan diri itu bertambah usai menang 1-0 atas Newcastle United di Liga Inggris pada akhir pekan lalu, meski tekanan tetap besar karena fokus mereka terbagi di beberapa ajang.

Masalah kebugaran mulai memengaruhi pilihan pelatih

Kedua tim tidak datang dengan skuad ideal. Atletico dipastikan kehilangan Pablo Barrios dan Jose Gimenez karena cedera, sementara Ademola Lookman, Julian Alvarez, dan David Hancko masih diragukan tampil.

Situasi itu membuat Simeone harus berhitung cermat agar struktur tim tetap seimbang. Di lini depan, Antoine Griezmann atau Alexander Sorloth menjadi opsi paling mungkin untuk mendampingi penyerang utama, sedangkan Marcos Llorente dan Koke diperkirakan tetap menjaga ritme permainan di tengah.

Arsenal pun punya daftar pemain yang belum sepenuhnya aman. Mikel Merino dan Jurrien Timber masih absen, Riccardo Calafiori mulai pulih, sedangkan Kai Havertz, Eberechi Eze, dan Martin Zubimendi masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Susunan yang berpotensi dipilih kedua tim

Atletico berpeluang turun dengan formasi 4-4-2 dan Jan Oblak di bawah mistar. Lini belakang bisa dihuni Nahuel Molina, Robin Le Normand, Clement Lenglet, serta Matteo Ruggeri, dengan Giuliano Simeone, Koke, Johnny Cardoso, dan Nico Gonzalez mengisi sektor tengah.

Di depan, duet Antoine Griezmann dan Julian Alvarez menjadi kombinasi yang paling masuk akal. Dengan bentuk seperti itu, Atletico diperkirakan tetap mengandalkan blok pertahanan yang rapat dan transisi cepat untuk merusak ritme Arsenal.

Arsenal diprediksi memakai formasi 4-3-3 bersama David Raya sebagai penjaga gawang. Di depannya, Ben White, William Saliba, Gabriel Magalhaes, dan Piero Hincapie bisa membentuk barisan belakang, lalu Martin Odegaard, Martin Zubimendi, dan Declan Rice mengatur permainan dari lini tengah.

Di sektor serang, Bukayo Saka, Viktor Gyokeres, dan Gabriel Martinelli diperkirakan mengisi tiga posisi depan. Kombinasi itu memberi Arsenal kecepatan dan ancaman langsung ke kotak penalti, terutama bila mereka mampu menemukan ruang di belakang garis pertahanan Atletico.

Riwayat pertemuan yang menambah tekanan

Pertemuan terakhir keduanya di fase gugur terjadi pada semifinal Liga Europa 2017-2018. Saat itu, Atletico unggul agregat dan kemudian melaju hingga menjadi juara, sehingga memori pertemuan tersebut masih memberi bobot emosional tersendiri bagi laga ini.

Arsenal memang sempat menang 4-0 pada pertemuan terakhir, tetapi Atletico membalas dengan kemenangan 1-0 pada laga berikutnya di ajang yang sama. Dengan rekor Simeone di laga besar dan kedalaman pilihan Arsenal yang tetap berbahaya, laga di Metropolitano diperkirakan berlangsung dalam tempo tinggi dan sangat bergantung pada detail kecil.

Source: bola.bisnis.com
Exit mobile version