Real Madrid Makin Dekat ke Mourinho, Nasib Kursi Pelatih Ditentukan Seusai Laga Benfica

Jose Mourinho kembali menjadi pusat perhatian di Madrid, bukan karena nostalgia semata, melainkan karena pembicaraan kepulangannya ke Real Madrid disebut sudah berada di tahap akhir. Nama pelatih asal Portugal itu bahkan digambarkan sebagai kandidat utama, dan dalam perkembangan terbaru, ia disebut sebagai satu-satunya sosok yang dipertimbangkan untuk mengisi kursi pelatih yang kosong.

Situasi ini muncul di tengah kebutuhan Real Madrid untuk segera menata ulang arah tim. Kursi pelatih Los Blancos masih belum terisi secara permanen setelah rangkaian perubahan di bangku cadangan, sehingga nama Mourinho kembali menguat dengan cepat di internal klub.

Negosiasi yang makin mengerucut

BBC melaporkan bahwa Presiden Real Madrid Florentino Perez mulai mempertimbangkan kepulangan Mourinho dua hari setelah Xabi Alonso meninggalkan klub. Setelah itu, pembicaraan awal disebut sudah dilakukan melalui perwakilan Mourinho sebelum masuk ke tahap yang lebih serius.

Jika kesepakatan tercapai, Mourinho akan mengambil alih posisi yang ditinggalkan Alvaro Arbeloa. Ia sebelumnya menangani tim sejak Januari 2026 setelah kepergian Xabi Alonso, sehingga proses transisi di Real Madrid berjalan dalam waktu yang relatif berdekatan.

Posisi Mourinho saat ini sebagai pelatih Benfica tidak menghentikan spekulasi tersebut. Ia masih terikat kontrak dua tahun sejak September 2025, tetapi rumor mengenai kepindahannya ke Madrid terus menguat seiring perkembangan negosiasi.

Mourinho memilih berhati-hati

Di tengah kabar yang semakin ramai, Mourinho belum membuka banyak komentar soal masa depannya. Saat ditanya mengenai peluang kembali ke Real Madrid, ia memilih menahan diri dan mengarahkan perhatian pada laga terakhir Benfica di kompetisi domestik.

“Masih ada pertandingan melawan Estoril, dan mulai Senin (18/5/2026) saya baru bisa menjawab pertanyaan soal masa depan saya sebagai pelatih dan masa depan Benfica,” ujar Mourinho seperti dikutip BBC.

Pernyataan itu membuat spekulasi tetap hidup, sekaligus menunjukkan bahwa keputusan besar belum diumumkan secara resmi. Fokusnya saat ini masih tertuju pada tugas bersama Benfica, meski pembicaraan dengan Madrid terus menjadi sorotan.

Jejak lama yang belum pudar

Nama Mourinho kembali kuat bukan tanpa alasan. Pada periode 2010 hingga 2013, ia pernah memimpin Real Madrid dan meninggalkan jejak yang masih diingat hingga sekarang.

Selama masa itu, Mourinho mempersembahkan gelar La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol untuk klub ibu kota Spanyol tersebut. Rekam jejak itu membuat peluang comeback dirinya dipandang memiliki bobot besar, terutama ketika Madrid sedang mencari arah baru di bangku pelatih.

Warisan tersebut juga membuat namanya sulit dilepaskan dari diskusi internal klub. Reputasi, pengalaman, dan ingatan publik terhadap masa kerjanya di Santiago Bernabeu kembali menjadi faktor yang memperkuat pembicaraan tentang kemungkinan pulang.

Menunggu kepastian setelah laga Benfica

Laga Benfica melawan Estoril Praia pada Sabtu (16/5/2026) disebut menjadi pertandingan terakhir Benfica di Liga Portugal musim ini. Karena itu, kepastian mengenai masa depan Mourinho diperkirakan akan lebih jelas setelah pertandingan tersebut selesai.

Di sisi lain, Madrid juga berada dalam posisi menunggu keputusan akhir dari proses negosiasi yang terus berjalan. Dengan pembicaraan yang disebut sudah memasuki fase penting, nasib kursi pelatih Los Blancos kini bergantung pada hasil akhir dari komunikasi yang sedang berlangsung.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button