Duel Bali United kontra PSM Makassar diperkirakan akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara ketajaman tuan rumah dan daya tahan tim tamu. Bali United datang dengan catatan serangan yang sedang menanjak, sementara PSM membawa kebutuhan besar untuk tetap aman dari tekanan zona merah.
Sinyal paling kuat justru terlihat dari performa Bali United dalam beberapa laga terakhir. Serdadu Tridatu mencetak 13 gol dalam empat pertandingan terakhir dan menutup dua laga sebelumnya dengan kemenangan atas Malut United 4-1 serta Persita Tangerang 1-0.
Hasil tersebut menunjukkan Bali United sedang berada dalam fase yang stabil. Kemenangan atas Persita juga memberi nilai tambahan karena mereka kembali mencatat clean sheet setelah lima laga beruntun selalu kebobolan.
Kekuatan Bali United tidak hanya muncul dari produktivitas gol, tetapi juga dari performa kandang yang sedang tajam. Dua laga kandang terakhir mereka berakhir dengan kemenangan besar 6-1 atas PSBS dan 4-1 atas Malut United.
Dengan modal seperti itu, tekanan diperkirakan langsung mengarah ke kubu PSM sejak awal pertandingan. Stadion Kapten I Wayan Dipta juga memberi keuntungan tersendiri bagi Bali United yang terbiasa tampil lebih agresif di depan pendukungnya.
Meski begitu, Bali United tetap menghadapi satu masalah penting di lini belakang. Joao Ferrari harus absen karena akumulasi kartu, sehingga susunan pertahanan tuan rumah perlu menyesuaikan diri dengan cepat.
Dari sisi klasemen, Bali United saat ini menempati posisi kedelapan dengan 42 poin. Tambahan tiga poin akan membuka peluang mereka naik ke posisi enam dan memperbaiki posisi di papan tengah.
PSM Makassar sendiri tidak datang tanpa modal. Dalam tiga laga terakhir, tim asuhan caretaker Ahmad Amiruddin meraih dua kemenangan, meski sempat kalah 1-2 dari Borneo FC yang berada di papan atas.
Dua kemenangan itu diraih saat menghadapi PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 dan Persik Kediri dengan skor 3-1. Hasil tersebut menjaga kepercayaan diri Juku Eja sekaligus membantu mereka tetap fokus dalam usaha menjauh dari ancaman papan bawah.
Posisi PSM di klasemen membuat setiap laga terasa penting. Mereka kini berada di urutan ke-14 dengan 31 poin, sementara jarak ke Madura United yang berada di zona merah hanya lima poin.
Situasi itu membuat pertandingan melawan Bali United bukan sekadar soal tambahan angka. PSM butuh hasil positif agar tekanan di sekitar zona merah tidak semakin besar.
Rekor pertemuan juga memberi alasan bagi PSM untuk lebih waspada. Dalam lima duel terakhir, Bali United menang tiga kali dan dua laga lainnya berakhir imbang.
Catatan itu terlihat dari hasil berikut: PSM 0-2 Bali United, PSM 0-1 Bali United, Bali United 1-1 PSM, PSM 0-0 Bali United, dan Bali United 3-2 PSM. Pola tersebut memperlihatkan bahwa Bali United cukup konsisten ketika menghadapi PSM, baik saat bermain di kandang maupun tandang.
Dari sisi komposisi tim, Bali United diperkirakan memakai skema 4-3-3. Mike Hauptmeijer berpeluang menjaga gawang, dengan Thijmen Goppel, Kadek Arel, Bagas Adi, dan Ricky Fajrin di lini belakang.
Di lini tengah, Bali United kemungkinan mengandalkan Tim Receveur, Kadek Agung, dan Teppei Yachida. Sektor depan diproyeksikan diisi Diego Campos, M. Rahmat, dan Rahmat Arjuna.
PSM diprediksi merespons dengan formasi 4-4-2. Hilman Syah kemungkinan kembali menjadi penjaga gawang, sedangkan lini belakang bisa ditempati Aloisio Neto, Dusan Lagator, Yuran Fernandes, dan Victor Luiz.
Untuk lini tengah, Muhammad Arfan, Gledson Paixiao, dan Ananda Raehan diperkirakan mengisi area sentral bersama dua penyerang, Sheriddin Boboev dan Luka Cumic, dengan Rizky Eka sebagai pelengkap di sektor serang. Komposisi ini memberi PSM peluang untuk menjaga organisasi permainan, meski Bali United tetap terlihat lebih seimbang dalam menyerang dan bertahan.
Source: bola.bisnis.com