PSG Makin Kokoh di Puncak, Brace Kvaratskhelia dan Gol Doue Tenggelamkan Nantes 3-0

PSG kembali mengirim pesan kuat dalam persaingan Ligue 1 saat menundukkan FC Nantes dengan skor 3-0 di Parc des Princes. Hasil ini bukan hanya menjaga jarak aman di puncak klasemen, tetapi juga menegaskan betapa tajamnya tim asuhan Luis Enrique ketika menemukan ritme terbaiknya.

Khvicha Kvaratskhelia tampil sebagai figur paling menonjol lewat dua gol, sementara satu gol lain dicetak Desire Doue. Dengan kemenangan tersebut, PSG makin nyaman di posisi teratas dan tetap unggul empat poin dari RC Lens, sehingga tekanan untuk menjaga konsistensi juara semakin besar.

PSG langsung mengambil alih kendali

Sejak menit awal, PSG tampil agresif dan memaksa Nantes lebih banyak bertahan. Alur serangan tuan rumah berjalan rapi, sementara tim tamu kesulitan keluar dari tekanan dan membangun permainan dengan tenang.

Dominasi itu membuat PSG cepat mendapatkan keuntungan dari situasi bola mati. Pada menit ke-13, Ali Yousuf melakukan handball di kotak penalti, dan Kvaratskhelia menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor dengan tenang untuk membuka keunggulan.

Gol cepat tersebut tidak membuat PSG menurun. Justru, tekanan mereka terus berlanjut melalui Ousmane Dembele dan Desire Doue yang beberapa kali menciptakan ancaman, meski Anthony Lopes sempat menggagalkan sejumlah peluang penting.

Nantes sempat berharap, tetapi golnya dianulir

Nantes sempat mendapat momen yang bisa mengubah arah pertandingan ketika Louis Leroux berhasil mencetak gol. Namun, harapan itu langsung pupus setelah wasit menganulirnya karena offside.

Di sisi lain, Matthis Abline mencoba memberi perlawanan lewat ancaman ke gawang PSG. Upaya itu masih mampu dipatahkan Matvey Safonov, yang tampil sigap menjaga area terakhir pertahanan tuan rumah.

Berkat ketenangan dalam bertahan dan efektivitas di lini depan, PSG tetap memegang kendali permainan. Situasi tersebut membuka jalan bagi gol kedua yang datang menjelang turun minum.

Doue mempertegas keunggulan sebelum jeda

PSG menambah keunggulan pada menit ke-37 lewat aksi Desire Doue. Serangan dimulai dari Ousmane Dembele, diteruskan ke Achraf Hakimi, lalu diselesaikan Doue dengan tembakan keras dari sudut sempit ke pojok atas gawang.

Gol itu memperlihatkan bagaimana PSG mampu mengubah penguasaan bola menjadi ancaman nyata. Nantes yang sudah kesulitan sejak awal pertandingan makin tertekan karena harus mengejar dua gol dalam laga tandang yang berjalan berat.

Kvaratskhelia kembali jadi penentu

Memasuki babak kedua, PSG tidak mengendurkan tempo. Kvaratskhelia lalu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-50 setelah menerima umpan matang dan mengecoh Frederic Guilbert di dalam kotak penalti.

Gol kedua pemain asal Georgia itu membuat PSG makin nyaman mengatur pertandingan. Setelah unggul jauh, tuan rumah tetap menjaga intensitas dan terus mencari peluang tambahan tanpa kehilangan disiplin saat bertahan.

Achraf Hakimi sempat hampir memperbesar keunggulan, sedangkan sepakan Fabian Ruiz mengenai mistar gawang. Bradley Barcola juga mendapat kesempatan untuk menambah skor menjelang akhir laga, tetapi Anthony Lopes kembali tampil cukup baik untuk menahan ancaman.

Efektivitas jadi pembeda di Parc des Princes

PSG menutup laga dengan kesan sangat efisien, karena peluang yang mereka miliki bisa diubah menjadi gol pada momen-momen penting. Kvaratskhelia menjadi pembeda utama, sementara Doue melengkapi dominasi tuan rumah dengan penyelesaian yang tajam.

Di sisi lain, Nantes tidak kekurangan usaha, tetapi mereka kalah dalam kualitas eksekusi dan gagal memanfaatkan peluang yang sempat muncul. Safonov juga menuntaskan tugasnya dengan baik saat Nantes berupaya mencari gol hiburan, sehingga skor 3-0 tetap bertahan sampai akhir.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version