Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Hisense Group menandai bahwa pemerintah sedang menempatkan investasi teknologi sebagai agenda yang serius. Fokusnya bukan hanya pada arus modal, tetapi juga pada dorongan agar teknologi yang dibawa mitra global dapat memperkuat kemampuan industri nasional.
Penandatanganan itu berlangsung di kediaman pribadi Prabowo di Kertanegara, Jakarta, saat ia menerima delegasi Hisense Group. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut suasana pertemuan berlangsung hangat dan produktif, sekaligus menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama di bidang teknologi.
Investasi yang diarahkan ke kualitas
Pemerintah memandang kemitraan dengan Hisense sebagai kesempatan untuk menghadirkan investasi yang lebih berkualitas ke Indonesia. Arah kerja samanya tidak berhenti pada penanaman modal, melainkan juga diarahkan pada transfer teknologi agar ekosistem industri dalam negeri bisa berkembang lebih cepat.
Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo menyambut baik minat Hisense untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia. Menurut dia, langkah itu sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan kebutuhan memperkuat daya saing industri dalam negeri di pasar internasional.
Penandatanganan dilakukan oleh jajaran Danantara dan Hisense
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, serta Chairman Hisense Group Jia Shaoqian. Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo di tengah pertemuan yang berlangsung di Kertanegara.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga hadir mendampingi Presiden. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pembahasan investasi teknologi ini dipandang penting dan melibatkan banyak sektor dalam pemerintahan.
Dukungan lintas sektor ikut mengiringi pertemuan
Pertemuan dengan delegasi Hisense turut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Susunan kehadiran itu memperlihatkan bahwa kerja sama teknologi tidak dilihat sebagai isu yang berdiri sendiri.
Pemerintah berharap pembahasan dengan Hisense tidak berhenti pada penandatanganan dokumen awal. Kolaborasi Danantara dan perusahaan teknologi asal Tiongkok itu diposisikan sebagai upaya jangka panjang yang saling menguntungkan.
Dampak yang diharapkan bagi industri dan lapangan kerja
Selain memperkuat industri, kerja sama ini juga diproyeksikan dapat membuka lapangan kerja baru. Pemerintah menilai masuknya investasi dan teknologi yang lebih maju bisa membantu Indonesia memperkuat posisinya di sektor industri strategis.
Dalam kerangka itu, pertemuan di Kertanegara menjadi penanda bahwa pemerintah ingin menggeser fokus investasi dari sekadar komitmen modal menuju penguatan kemampuan industri nasional. Dengan arah seperti ini, kerja sama dengan mitra global diharapkan memberi dampak yang lebih luas bagi ekonomi dalam negeri.
Source: www.suara.com




