Persib Sempat Ambruk Di Awal, Hodak Tetap Geram Meski Sukses Bangkit dan Menang 4-2

Tiga poin memang masuk ke kantong Persib Bandung, tetapi kemenangan atas Bhayangkara Presisi Lampung FC tidak menghapus kekesalan Bojan Hodak. Sang pelatih justru menyoroti cara timnya memulai laga yang dinilainya terlalu berbahaya, karena Persib sempat tertinggal dua gol lebih dulu.

Di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Persib akhirnya menang 4-2 dan kembali menjaga posisi di papan atas Super League 2025/26. Namun, Hodak melihat hasil akhir itu tidak boleh menutupi masalah besar yang muncul di awal pertandingan.

Start yang membuat Hodak kesal

Persib langsung berada dalam tekanan setelah Bernard Doumbia membuka keunggulan Bhayangkara pada menit ke-6. Situasi makin sulit ketika Mousa Sidibe menambah gol pada menit ke-26 dan membuat Persib tertinggal 0-2.

Hodak menilai anak asuhnya tampil jauh dari standar yang diinginkan pada fase awal laga. Ia menyebut Persib melakukan hal-hal yang seharusnya dihindari, terutama saat lawan punya kemampuan memanfaatkan ruang dengan cepat.

“Kami memasuki pertandingan dengan cara yang salah. Kami memainkan persis apa yang seharusnya tidak kami lakukan,” kata Hodak usai laga.

Ruang untuk lawan terlalu terbuka

Salah satu hal yang paling disorot Hodak adalah banyaknya celah yang diberikan Persib saat Bhayangkara melakukan transisi. Menurut dia, kondisi itu membuat lawan bisa melancarkan serangan balik dengan lebih leluasa.

Kegagalan menutup ruang pada awal pertandingan membuat Persib harus membayar mahal. Bhayangkara pun mampu memaksimalkan momentum tersebut melalui dua gol cepat yang mengubah arah pertandingan sejak menit-menit awal.

Persib mulai bangkit setelah tertinggal

Meski sempat goyah, Persib perlahan menemukan ritme permainan setelah tertinggal dua gol. Hodak menyebut timnya mulai bereaksi lebih baik dan mampu menghasilkan peluang yang lebih berbahaya.

“Setelah tertinggal 2-0, kami mulai bangkit dan menciptakan 3 hingga 4 peluang bersih,” ujar Hodak.

Ia juga menilai Bhayangkara tidak punya banyak peluang berarti selain gol-gol yang kemudian dianulir karena offside. Dari sisi permainan, perubahan tempo dan agresivitas Persib mulai terlihat setelah mereka berhasil keluar dari tekanan awal.

Gol yang mengubah jalannya laga

Kebangkitan Persib dimulai lewat gol Federico Barba pada menit 45+2. Gol itu hadir tepat sebelum turun minum dan menjadi dorongan penting bagi tim untuk tampil lebih percaya diri di babak kedua.

Setelah jeda, Rosembergne “Berguinho” da Silva menyamakan skor pada menit ke-49. Persib lalu berbalik unggul lewat Beckham Putra Nugraha pada menit ke-60, sebelum Adam Alis Setyano memastikan kemenangan dengan gol pada menit ke-89.

Tiga poin penting, tapi bukan alasan untuk puas

Bagi Hodak, kemenangan ini tetap bernilai besar karena Persib terus menjaga persaingan di papan atas. Timnya pun kembali ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 69 poin, menggeser Borneo FC dari posisi teratas.

Meski begitu, fokus Hodak jelas tidak hanya tertuju pada papan skor. Ia tampak lebih peduli pada cara timnya memulai pertandingan, karena start yang buruk seperti itu bisa menjadi masalah lebih besar jika lawan lebih tajam dalam memanfaatkan kesempatan.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version