Persebaya Raih Tiga Poin Di Kie Raha, Gol Malut United Dibatalkan VAR dan Selisih Klasemen Makin Tipis

Kemenangan Persebaya Surabaya atas Malut United di Stadion Gelora Kie Raha tidak hanya ditentukan oleh dua gol, tetapi juga oleh detail kecil yang mengubah arah pertandingan. Salah satu momen paling krusial datang ketika gol tuan rumah pada menit ke-39 dianulir setelah pemeriksaan VAR, dan situasi itu ikut menjaga skor tetap imbang hingga turun minum.

Duel lanjutan Indonesia Super League 2025/2026 ini berlangsung dalam tempo tinggi dan sarat tekanan. Malut United tampil sebagai tuan rumah dengan agresivitas tinggi, sementara Persebaya menjawabnya lewat serangan balik yang beberapa kali membuat barisan belakang lawan bekerja ekstra keras.

VAR mengubah jalannya babak pertama

Babak pertama berjalan dengan tensi yang cukup tinggi karena kedua tim sama-sama sulit mendapatkan ruang bersih untuk mencetak gol. Malut United memang lebih sering menekan, tetapi Persebaya mampu menjaga disiplin sekaligus sesekali menciptakan ancaman saat menemukan celah untuk melaju cepat ke depan.

Momen paling ramai terjadi pada menit ke-39 ketika Yacob Sayuri sempat membawa Malut United bersorak. Namun, gol itu tidak disahkan setelah wasit melakukan pemeriksaan VAR, sehingga kedudukan kembali bertahan 0-0 dan membuat laga memasuki jeda tanpa gol.

Persebaya lebih efektif setelah turun minum

Memasuki babak kedua, pertandingan tidak menurun intensitasnya. Malut United tetap berupaya memecah kebuntuan, tetapi Persebaya tampak lebih sabar dan tidak terburu-buru saat menunggu peluang terbaik untuk mengambil alih keadaan.

Kesabaran itu akhirnya berbuah lewat Milos Raickovic. Golnya membuat Persebaya unggul 1-0 dan memaksa Malut United menaikkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan di hadapan pendukung sendiri.

Setelah tertinggal, Malut United bermain lebih berani. Aliran serangan mereka menjadi lebih terbuka, tetapi Persebaya tetap menjaga struktur permainan dengan baik sambil terus mencari kesempatan untuk mengamankan hasil.

Gol penutup datang saat laga memasuki masa tambahan

Upaya tuan rumah untuk menyamakan kedudukan tidak menghasilkan gol hingga pertandingan masuk masa tambahan waktu. Pada fase ini, Persebaya justru mampu menutup laga dengan lebih tenang dan efektif.

Francisco Rivera kemudian mencetak gol kedua yang memastikan kemenangan 2-0 untuk tim tamu. Gol tersebut mempertegas perbedaan efektivitas antara kedua tim, terutama dalam memanfaatkan momen penting di area penentuan.

Dampak pada persaingan papan atas

Hasil di Kie Raha juga memberi pengaruh langsung pada posisi kedua tim di klasemen. Malut United tetap berada di peringkat lima dengan 46 poin, sedangkan Persebaya menempel ketat di posisi enam dengan 45 poin.

Selisih satu poin itu membuat persaingan di papan atas tetap rapat dan sulit diprediksi. Dalam laga seperti ini, keputusan VAR, ketenangan saat bertahan, dan ketajaman dalam penyelesaian akhir terbukti bisa menjadi pembeda utama bagi tim yang ingin terus bersaing di jalur atas klasemen.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button