Pemerintah dan Bank Indonesia kini sama-sama menaruh perhatian besar pada arus modal dan sentimen pasar yang memengaruhi rupiah. Di tengah tekanan yang belum reda, Perry Warjiyo tetap menilai nilai tukar akan kembali stabil setelah gelombang pasar mereda.
Keyakinan itu disampaikan Perry usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2026. Saat ditanya soal kondisi kurs, ia hanya memberi jawaban singkat bahwa rupiah akan stabil, tanpa menyebut target waktu atau tanda khusus yang menjadi dasar pandangannya.
Di pasar, sinyal yang muncul pada hari yang sama justru masih menunjukkan pelemahan. Rupiah menutup perdagangan di level Rp17.668 per dolar AS, lebih rendah dibanding posisi sebelumnya di Rp17.597 per dolar AS.
Tekanan serupa juga terlihat dari acuan Bank Indonesia. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR tercatat melemah ke Rp17.666 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.496 per dolar AS.
Fokus pemerintah bergeser ke stabilitas pasar
Dalam pertemuan di Istana, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga melaporkan kondisi ekonomi nasional kepada Presiden Prabowo. Ia menyebut perekonomian Indonesia berada dalam keadaan bagus dan APBN dinilai cukup aman untuk menopang program prioritas.
Purbaya menegaskan bahwa fondasi fiskal Indonesia masih kuat. Ia juga mengatakan Kementerian Keuangan akan lebih aktif menyosialisasikan kondisi ekonomi kepada pasar modal dan investor agar situasi domestik terbaca lebih jelas.
Menurut dia, komunikasi yang lebih kuat dibutuhkan supaya pasar tidak salah membaca kondisi ekonomi yang sedang berlangsung. Karena itu, upaya menjaga sentimen terhadap Indonesia menjadi bagian penting dari arah kebijakan yang sedang dijalankan.
Masuk ke pasar obligasi
Purbaya juga menyebut pemerintah sudah mulai masuk ke pasar obligasi untuk membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah itu diarahkan agar aliran modal asing kembali masuk ke Indonesia dan memperkuat posisi rupiah.
Di saat yang sama, pemerintah akan bertahap meningkatkan nilai investasi terhadap surat utang. Purbaya menyampaikan strategi fiskal baru juga akan segera dibacakan berdasarkan arahan Presiden Prabowo.
Rangkaian langkah itu menunjukkan koordinasi kebijakan menjadi instrumen utama untuk meredam gejolak. BI dan Kementerian Keuangan sama-sama menempatkan stabilitas pasar sebagai agenda penting dalam menjaga kepercayaan investor.
Optimisme di tengah tekanan yang belum selesai
Meski data pasar masih menunjukkan pelemahan, sikap Perry memberi isyarat bahwa otoritas moneter belum melihat gejolak ini sebagai kondisi permanen. Keyakinan itu berjalan seiring dengan langkah pemerintah yang berusaha menjaga aliran modal dan memperkuat komunikasi ke pasar.
Selama tekanan belum benar-benar mereda, stabilitas kurs tetap menjadi perhatian utama kebijakan ekonomi. Arah koordinasi BI dan pemerintah kini tampak diarahkan untuk menjaga rupiah tetap terkendali sambil menunggu sentimen pasar membaik.
Source: www.viva.co.id




