Saat melintasi perlintasan kereta, mobil listrik tidak hanya menghadapi risiko dari lalu lintas di sekitar, tetapi juga dari gangguan elektromagnetik yang muncul di area rel. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini bisa memengaruhi sistem elektronik kendaraan sampai mobil terasa melemah atau bahkan mati mendadak.
Peristiwa itu terjadi karena mobil listrik sangat bergantung pada rangkaian elektronik untuk mengatur berbagai fungsi penting. Ketika medan magnet di sekitar rel cukup kuat, sensor dan sistem kontrol kendaraan dapat menerima interferensi yang membuat respons mobil terganggu.
Sumber gangguan berasal dari infrastruktur kereta
Peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan ITB, Agus Purwadi, menegaskan bahwa mobil listrik rentan bermasalah saat melewati perlintasan kereta. Ia menjelaskan bahwa arus listrik pada kereta dan jalur listrik di atas rel dapat memunculkan medan magnet kuat yang memengaruhi sistem kontrol kendaraan.
Gangguan tersebut menjadi penting karena kendaraan modern sudah sangat bergantung pada komponen elektronik. Pada mobil listrik, peran PCU, VCU, dan ECU sangat sentral dalam mengatur kerja kendaraan, sehingga gangguan elektromagnetik bisa membuat fungsi kendaraan menurun secara mendadak.
Mengapa mobil listrik lebih rentan
Kerentanan mobil listrik dinilai lebih tinggi dibanding kendaraan yang sistemnya lebih sederhana. Alasannya, jumlah komponen elektronik pada mobil listrik lebih banyak dan seluruh kerjanya saling terhubung dalam pengendalian mobil.
Kepala Peneliti Kendaraan Listrik Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Muhammad Nur Yuniarto, pernah menjelaskan bahwa infrastruktur yang memancarkan radiasi elektromagnetik bisa berdampak negatif pada mobil listrik. Rel kereta termasuk salah satu sumber yang dapat memberi efek tersebut ketika kendaraan berada terlalu dekat.
Ia menyebut elektromagnetik dapat saling menginduksi dan memengaruhi komponen elektronika pada kondisi tertentu. Jika induksi itu cukup besar, dampaknya bukan hanya gangguan sesaat, tetapi juga berpotensi merusak komponen elektronik.
Dampaknya tidak selalu sama pada setiap kendaraan
Efek gangguan elektromagnetik pada mobil tidak selalu muncul dalam bentuk yang sama. Ada kondisi ketika komponen elektronik hanya mati sesaat, lalu kendaraan kehilangan fungsi secara tiba-tiba tanpa meninggalkan kerusakan yang langsung terlihat.
Namun pada situasi lain, tingkat gangguan bisa lebih serius tergantung pada bagian yang terkena dan seberapa besar induksinya. Karena itu, satu mobil bisa hanya mengalami gangguan singkat, sementara mobil lain menunjukkan gejala yang lebih berat ketika berada di area yang sama.
Pada mobil listrik, kondisi ini menjadi lebih krusial karena hampir semua fungsi utama bergantung pada sistem elektronik. Saat satu bagian penting terganggu, pengaruhnya bisa segera terasa pada penggerak dan kontrol kendaraan.
Pengujian EMC menjadi lapisan perlindungan
Untuk menekan risiko tersebut, mobil listrik menjalani pengujian EMC atau Electro Magnetic Compatibility. Pengujian ini bertujuan memastikan sistem kontrol kendaraan tidak saling mengganggu dan tetap tahan terhadap medan elektromagnetik hingga batas tertentu yang dipersyaratkan.
Uji EMC penting karena mobil listrik tidak cukup hanya bekerja baik di kondisi normal. Kendaraan juga harus tetap stabil saat berada dekat dengan sumber gangguan elektromagnetik seperti area perlintasan kereta.
Nur juga menyinggung adanya upaya teknis untuk mengurangi induksi, termasuk penggunaan isolator aluminium foil yang berfungsi mendefleksikan radiasi. Langkah ini memperlihatkan bahwa perlindungan komponen elektronik menjadi bagian penting dalam pengembangan kendaraan listrik.
Perlintasan sebidang tetap perlu diwaspadai
Agus Purwadi mengimbau pengguna kendaraan listrik agar lebih berhati-hati saat melintasi rel kereta. Pengemudi perlu menjaga jarak aman dari lintasan dan tidak memaksa kendaraan terus maju jika ada kereta listrik yang segera lewat.
Ia juga menekankan bahwa idealnya jalur kereta listrik tidak memiliki perlintasan sebidang. Dalam praktiknya, keamanan di titik tersebut tetap bergantung pada kewaspadaan pengemudi dan pengelolaan infrastruktur yang lebih aman.
Dengan memahami bahwa medan magnet dari rel kereta dapat mengganggu sistem elektronik mobil listrik, risiko di perlintasan jadi lebih mudah dibaca. Karena itu, perhatian pada kondisi lintasan dan perlindungan teknis pada kendaraan sama-sama dibutuhkan agar mobil listrik tidak mudah mati mendadak di dekat jalur kereta.
Source: www.cnnindonesia.com




