Pasar kembali memberi perhatian besar kepada Cineplex setelah muncul laporan bahwa perusahaan itu terbuka terhadap peluang akuisisi. Di tengah perubahan besar pada level pimpinan, minat dari pemain industri seperti Regal Cineworld Group dan Cinemark Holdings Inc mulai ikut dibaca sebagai sinyal bahwa aset jaringan bioskop terbesar di Kanada itu tetap menarik di mata calon pembeli.
Pergerakan saham turut menunjukkan bagaimana kabar tersebut langsung diterjemahkan investor ke dalam ekspektasi baru. Saham Cineplex naik 4 persen menjadi 11,72 dolar tak lama setelah pukul 10 pagi waktu Toronto, sementara nilai pasar perusahaan terdorong ke sekitar 740 juta dolar dari sebelumnya 711 juta dolar.
Minat muncul saat transisi kepemimpinan
Sorotan terhadap Cineplex menguat karena Ellis Jacob disebut tengah bersiap meninggalkan posisinya sebagai CEO. Informasi yang beredar menyebut ia dijadwalkan mundur pada bulan Desember mendatang, sebuah momen yang biasanya membuat pasar menilai ulang arah bisnis perusahaan.
Dalam situasi seperti itu, pembicaraan mengenai akuisisi menjadi lebih mudah muncul ke permukaan. Jacob disebut telah menghubungi sejumlah pesaing untuk menguji ketertarikan mereka terhadap kemungkinan pengambilalihan, meski diskusi yang terjadi masih berada pada tahap awal.
Regal Cineworld dan Cinemark masuk radar
Dua nama besar yang ikut disebut adalah Regal Cineworld Group dan Cinemark Holdings Inc. Keduanya masuk dalam daftar pihak yang dicermati pasar, tetapi belum ada kesepakatan formal yang lahir dari pembicaraan tersebut.
Bagi industri bioskop, minat seperti ini bukan hal yang mengejutkan. Tekanan dari layanan streaming seperti Netflix telah mengubah kebiasaan menonton banyak konsumen dan ikut menekan jumlah kunjungan ke teater, sehingga perusahaan-perusahaan dalam sektor ini terus berada di bawah tekanan kompetitif.
Cineworld kembali dikaitkan dengan Cineplex
Nama Cineworld sendiri memiliki riwayat panjang dengan Cineplex. Pada 2019, Cineworld sempat sepakat membeli Cineplex dengan nilai 2,1 miliar dolar AS, namun transaksi itu akhirnya gagal terlaksana.
Gagalnya kesepakatan tersebut tak lepas dari situasi berat yang kemudian menimpa Cineworld. Perusahaan itu mengalami kerugian besar saat pandemi, lalu mengajukan kebangkrutan pada 2022 sebelum bangkit kembali setahun setelahnya.
Saat ini Cineworld dipimpin Eduardo Acuna dan berfokus pada modernisasi bioskop di Amerika Serikat. Perusahaan itu disebut telah menanamkan investasi lebih dari 250 juta dolar AS, yang menunjukkan bahwa pembenahan aset dan penguatan bisnis masih menjadi agenda penting.
Peluang konsolidasi masih dibayangi hambatan
Selain Cineworld dan Cinemark, nama Kinepolis Group NV dari Eropa juga pernah masuk radar sebagai pihak yang mempertimbangkan penawaran pada 2023. Namun rencana itu batal karena kekhawatiran terhadap hambatan regulasi yang dinilai dapat menyulitkan transaksi.
Faktor regulasi memang kerap menjadi tantangan dalam akuisisi di sektor hiburan dan ritel publik. Karena itu, meski minat terhadap Cineplex mulai terlihat, kelanjutan proses tetap bergantung pada evaluasi bisnis, kondisi pasar, dan persetujuan otoritas terkait.
Bagi Cineplex, kombinasi antara transisi pimpinan, respons positif pasar, dan perhatian dari pemain besar industri membuat arah perusahaan kembali diperhatikan luas. Di tengah tekanan yang masih dihadapi bisnis bioskop, setiap langkah strategis perusahaan ini berpotensi memengaruhi peta persaingan di Kanada dan di luar negeri.





