Penghargaan Human Capital 2026 Menguatkan Langkah KAI Logistik Menjaga SDM Aman dan Inklusif

Penguatan tata kelola sumber daya manusia di KAI Logistik tidak hanya terlihat dari kebijakan internal, tetapi juga dari pengakuan eksternal yang diterima perusahaan. Pada ajang Indonesia Human Capital Awards 2026, KAI Logistik meraih penghargaan kategori “The Best Human Capital 2026 for Ensuring Employee Safety through Respectful Workplace Policies”.

Penghargaan itu menempatkan isu keselamatan, penghormatan di tempat kerja, dan pengembangan pegawai sebagai bagian penting dari arah bisnis perusahaan. Di tengah kebutuhan industri logistik yang terus bergerak cepat, KAI Logistik memilih menata SDM sebagai pilar yang menopang keberlangsungan usaha.

Keselamatan dan inklusivitas jadi dasar pengelolaan SDM

KAI Logistik membangun lingkungan kerja yang aman dan inklusif di seluruh lini organisasi. Perusahaan menekankan bahwa setiap pegawai harus bekerja dalam situasi yang memberi jaminan keamanan sekaligus kesetaraan.

Salah satu kebijakan yang menopang hal itu adalah Respectful Workplace Policy atau RWP. Aturan tersebut dirancang agar proses rekrutmen sampai pengembangan karier berlangsung transparan dan bebas diskriminasi.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan SDM tidak berhenti pada administrasi ketenagakerjaan. KAI Logistik juga memberi ruang bagi pegawai untuk berkembang melalui kebijakan yang mendukung perjalanan karier secara lebih terarah.

Pelatihan dan kompetensi ikut dijaga

Selain menata lingkungan kerja, perusahaan juga menaruh perhatian pada kesiapan kompetensi pegawai. Pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi bagian dari upaya menjaga tenaga kerja tetap siap menghadapi tuntutan operasional.

Fokus ini sejalan dengan pandangan perusahaan bahwa SDM yang sehat, aman, terampil, dan berintegritas merupakan fondasi keberlanjutan usaha. Direktur Keuangan KAI Logistik, Prihanto Herbowo, menyebut tenaga kerja sebagai elemen penting bagi keberlangsungan bisnis.

Menurut Prihanto, kualitas sumber daya manusia menjadi penentu bagi daya tahan perusahaan. Karena itu, penguatan SDM diposisikan bukan sebagai program pelengkap, melainkan bagian dari strategi utama.

K3 dijalankan disiplin, integritas diperkuat

Di sisi keselamatan kerja, KAI Logistik menerapkan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3 secara disiplin. Penerapannya mencakup kewajiban penggunaan alat pelindung diri serta simulasi pelatihan yang dilakukan secara berkala.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa keamanan kerja diperlakukan sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar prosedur formal. Perusahaan ingin memastikan bahwa seluruh pegawai memahami pentingnya pencegahan risiko di lingkungan kerja.

Komitmen tata kelola juga diperkuat melalui sertifikasi SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Sertifikasi itu menjadi penanda bahwa perusahaan berupaya memitigasi risiko pelanggaran hukum di lingkungan kerja.

Digitalisasi membuat pengelolaan SDM lebih efisien

Penguatan human capital di KAI Logistik berjalan seiring dengan transformasi digital. Perusahaan mengembangkan Human Capital System atau HCS dan Rail Document System atau RDS untuk mengefisienkan pengelolaan SDM serta dokumen operasional.

Selain dua sistem tersebut, KAI Logistik juga memanfaatkan Radio Frequency Identification atau RFID, Enterprise Resource Planning atau ERP, dan Transportation Management System atau TMS. Integrasi berbagai sistem ini disebut memperkuat ketahanan organisasi secara menyeluruh.

Arah digitalisasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pegawai dan efisiensi kerja berjalan berdampingan. KAI Logistik menghubungkan pengelolaan SDM dengan sistem operasional yang lebih terukur dan adaptif terhadap kebutuhan bisnis.

Penilaian dan pengakuan atas arah kebijakan perusahaan

Indonesia Human Capital Awards 2026 menilai perusahaan berdasarkan manajemen tenaga kerja, keterlibatan kepemimpinan, dan kesiapan digital. Dari penilaian itu, KAI Logistik dipandang konsisten memperkuat kualitas pengelolaan SDM.

Prihanto menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Ia juga menegaskan komitmen menjaga lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan adaptif seiring penguatan transformasi digital.

Di saat yang sama, KAI Logistik menyatakan akan terus memberi nilai tambah bagi pelanggan dan mendukung pertumbuhan industri logistik nasional. Pengembangan SDM pun ditempatkan sebagai bagian dari upaya menciptakan dampak positif bagi para pemangku kepentingan.

Perhatian sosial tetap berjalan

Di luar penguatan internal, KAI Logistik juga mengumumkan inisiatif bantuan logistik tanpa biaya. Program itu ditujukan untuk mendukung proses pemulihan wilayah-wilayah di Sumatra yang terdampak bencana alam.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa peran perusahaan tidak hanya diarahkan pada pengelolaan organisasi di dalam, tetapi juga pada tanggung jawab sosial yang lebih luas. Kepedulian itu berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola SDM dan agenda transformasi perusahaan.

Baca Juga

Back to top button