Pengguna Windows kini mendapat cara yang lebih langsung untuk menjangkau file, aplikasi, dan pencarian web dari satu tempat. Google menghadirkan aplikasi desktop Gemini yang menyatu dengan pencarian sistem, sehingga akses ke berbagai informasi tidak lagi harus dimulai dari banyak jendela berbeda.
Aplikasi ini sudah tersedia secara global untuk Windows 10 dan Windows 11. Melalui pintasan Alt + Space, pengguna dapat memanggil Gemini untuk mencari file lokal, aplikasi yang terpasang, sampai konten di Google Drive.
Pencarian yang lebih terpusat di Windows
Pendekatan yang dibawa Google membuat Gemini berfungsi sebagai lapisan pencarian yang lebih menyeluruh di desktop. Model ini memberi ruang bagi pengguna yang harus berpindah antara banyak dokumen, aplikasi, dan layanan lain dalam aktivitas sehari-hari.
Google menyebut pengalaman tersebut mirip dengan Spotlight di macOS. Bedanya, versi Windows ini dirancang agar bisa menarik hasil dari berbagai layanan pihak ketiga, bukan hanya dari layanan internal Google.
Dengan cara itu, hasil pencarian tidak hanya terasa ringkas, tetapi juga lebih luas cakupannya. Pengguna bisa menghemat langkah saat mencoba menemukan materi yang dibutuhkan untuk kerja maupun penggunaan pribadi.
Gemini jadi pusat hasil pencarian web
Saat pencarian diarahkan ke internet, hasil akan muncul dalam format “AI Mode” yang didukung Gemini. Di bagian atas aplikasi, pengguna juga bisa berpindah ke tab khusus untuk mencari gambar, video, dan konten multimedia lain.
Susunan ini menempatkan AI sebagai pusat hasil pencarian, bukan sekadar fitur tambahan. Hasil yang ditampilkan pun dapat disesuaikan dengan jenis konten yang sedang dicari pengguna.
Bagi pengguna yang sering memulai pencarian dari desktop, pendekatan ini membuat alur kerja terasa lebih singkat. Informasi web, visual, dan konten lain bisa dijangkau tanpa perlu keluar dari aplikasi utama.
Google Lens hadir di desktop
Selain pencarian berbasis teks, Google juga membawa Lens ke aplikasi desktop ini. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menyorot bagian layar, mengenali teks, lalu melakukan terjemahan langsung tanpa membuka aplikasi lain.
Google menyebut Lens juga bisa dipakai untuk mengenali objek visual di layar. Kemampuan itu termasuk mengenali karya seni klasik yang tampil dalam dokumen PDF.
Keberadaan Lens memperluas fungsi pencarian di Windows dari sekadar mengetik kata kunci. Pengguna kini bisa memakai tampilan visual sebagai titik awal pencarian atau penerjemahan.
Jawaban berdasarkan layar yang sedang aktif
Aplikasi desktop Google untuk Windows juga memberi opsi untuk membagikan jendela aplikasi tertentu atau seluruh tampilan layar sebagai konteks bagi Gemini. Setelah konteks dibagikan, AI akan menjawab berdasarkan layar yang sedang aktif secara real time.
Cara kerja ini membuat pertanyaan bisa lebih spesifik sesuai apa yang sedang dibuka. Fitur tersebut relevan untuk situasi saat pengguna perlu memahami isi dokumen, tampilan aplikasi, atau halaman yang sedang dipantau.
Dengan konteks layar aktif, Gemini tidak hanya merespons kata kunci yang diketik. Responsnya bisa mengikuti kondisi visual yang sedang ditampilkan di desktop.
Sudah dirilis global dan bisa diunduh gratis
Sebelum hadir luas, aplikasi ini sempat muncul dalam versi beta eksperimental pada September 2025. Saat itu, aksesnya masih terbatas di wilayah Amerika Serikat dan pembaruan sistem belum sesederhana versi resmi yang sekarang tersedia.
Google kini menyebut versi resminya memakai sistem pembaruan otomatis yang lebih stabil. Meski antarmukanya masih menggunakan bahasa Inggris, perintah AI tetap dapat menerima berbagai bahasa lain.
Aplikasi desktop Google untuk Windows bisa diunduh gratis melalui situs resmi perusahaan. Untuk memakai fitur AI Gemini, pengguna perlu memiliki akun Google dan memenuhi batas usia minimum 13 tahun.
Source: teknologi.bisnis.com




