Penarikan Besar Dari ETF Bitcoin Spot, Investor Mulai Beralih Ke Mode Hati-Hati

Bagi pasar kripto, aliran dana sering kali menjadi sinyal yang lebih cepat terbaca daripada harga harian. Saat spot Bitcoin ETF mencatat penarikan besar, pembacaan sentimen langsung bergeser ke arah yang lebih hati-hati dan tekanan pada Bitcoin ikut menguat.

Dalam sepekan 25–29 Mei, produk-produk spot Bitcoin ETF membukukan net outflows sekitar $1.42 miliar. Itu menjadi salah satu penarikan mingguan terbesar sejak ETF spot Bitcoin diluncurkan di Amerika Serikat, sekaligus mempertegas bahwa investor institusional sedang mengurangi eksposur.

Tekanan datang dari banyak arah

Arus keluar itu tidak muncul sendirian. Pasar kripto pada saat yang sama juga menghadapi imbal hasil Treasury AS yang naik, ketegangan geopolitik, dan persaingan dari saham artificial intelligence serta semikonduktor yang ikut menyedot modal ke aset lain.

Kondisi tersebut membuat aset berisiko, termasuk Bitcoin, lebih sulit mendapat dukungan dana baru. Ketika modal mulai bergeser ke instrumen yang dianggap lebih menarik atau lebih defensif, ETF menjadi salah satu tempat pertama yang menunjukkan perubahan sikap investor.

IBIT dan GBTC paling terasa terkena tekanan

BlackRock iShares Bitcoin Trust atau IBIT menjadi penyumbang terbesar penarikan pekan lalu. Produk ini mencatat sekitar $966 juta outflows, termasuk penebusan harian sebesar $448 juta.

Grayscale Bitcoin Trust atau GBTC juga ikut tertekan dengan penarikan tambahan sekitar $175 juta. Secara keseluruhan, investor setara mengurangi eksposur sekitar 19.021 BTC dalam satu pekan, jumlah yang setara dengan sekitar 42 hari pasokan Bitcoin baru yang ditambang masuk ke pasar.

Skala penjualan seperti ini membuat arus dana ETF makin dipandang sebagai indikator sentimen yang sangat penting di pasar kripto. Gerakan modal pada produk tersebut sering terbaca sebagai petunjuk awal apakah investor sedang menambah risiko atau justru menahannya.

Penarikan beruntun memperkuat sinyal risk-off

Data terbaru menunjukkan pola yang lebih panjang dari sekadar satu pekan buruk. Penarikan kali ini menjadi pekan ketiga berturut-turut ketika outflows ETF melampaui $1 miliar.

Dalam tiga pekan terakhir, total penarikan sudah melewati $3.5 miliar. Meski begitu, spot Bitcoin ETF masih memiliki nilai aset bersih gabungan sebesar $94.17 miliar, sementara arus masuk bersih kumulatifnya tetap positif di $55.66 miliar.

Artinya, tekanan yang terjadi sekarang berlangsung di atas basis dana yang masih besar. Namun, laju penarikan beruntun tetap cukup kuat untuk mengubah cara pasar membaca selera risiko investor institusional.

Permintaan ritel juga ikut melemah

CryptoQuant mencatat US Coinbase Premium Index dan South Korea’s Bitcoin Premium Index sama-sama sudah berubah negatif. Perubahan ini memberi sinyal bahwa permintaan di dua pasar ritel penting untuk Bitcoin sedang melemah.

Korea Premium Index baru-baru ini turun ke level terendah sejak Desember 2024, sementara premium Coinbase jatuh di bawah nol. Saat dua indikator itu sama-sama melemah, pasar cenderung menangkap pesan bahwa dorongan beli tidak sekuat sebelumnya.

Di saat yang sama, reli saham AI dan semikonduktor disebut terus menarik modal dari aset digital. Perpindahan itu menambah tekanan pada Bitcoin ketika aliran dana ETF sedang menjadi penggerak utama arah pasar.

Bitcoin bertahan, tetapi tekanan belum mereda

Bitcoin baru-baru ini turun di bawah level $73,000 dan masih berada di bawah tekanan setelah tiga pekan berturut-turut melemah. Analis teknikal memantau area support di sekitar $72,500 dan $70,500 sebagai batas penting berikutnya.

Jika level itu ditembus, ruang pelemahan menuju area $65,000 bisa terbuka. Indikator momentum seperti RSI dan MACD juga masih menunjukkan kondisi bearish.

Meski begitu, sebagian pelaku pasar tidak melihat outflows ini sebagai tanda kelemahan jangka panjang. Ada pandangan bahwa Bitcoin masih mampu menyerap tekanan jual besar tanpa kejatuhan tajam, dan itu menunjukkan permintaan dasar masih bertahan di pasar.

Baca Juga

Back to top button