Sinopec Jadi Pengungkit BYD, Ekspansi 20.000 Stasiun Flash Charging Makin Dekat

Langkah BYD untuk memperluas jaringan pengisian supercepatnya kini mendapat dorongan dari sisi infrastruktur yang sudah matang. Dengan menggandeng Sinopec, perusahaan itu tidak perlu membangun semuanya dari awal untuk mengejar perluasan Flash Charging China.

Kedua pihak menandatangani kerangka kerja sama industri dan modal di Beijing pada 3 Juni. Kesepakatan ini mencakup pembangunan jaringan flash charging, integrasi ekosistem, dan sinergi rantai pasok.

Memakai jaringan yang sudah tersebar luas

Salah satu nilai utama dari kolaborasi ini ada pada jaringan milik Sinopec yang sudah menjangkau banyak wilayah. Sinopec saat ini memiliki lebih dari 30.000 stasiun layanan komprehensif di seluruh China.

Perusahaan itu juga mengoperasikan lebih dari 14.000 stasiun pengisian daya dan penukaran baterai. Rata-rata, fasilitas tersebut melayani 20 juta pelanggan per hari.

BYD akan memanfaatkan jaringan stasiun layanan Sinopec untuk mendorong pembangunan dan operasional stasiun flash charging. Dengan cara itu, ekspansi bisa berjalan lebih cepat dan menjangkau area yang lebih luas.

Ketua Sinopec Hou Qijun mengatakan perusahaan akan terus mengandalkan jaringan layanan energinya yang komprehensif untuk menyediakan layanan energi terintegrasi kepada publik. Ia juga menilai kerja sama ini akan membantu transformasi hijau dan peningkatan jaringan transportasi China.

Dorongan untuk target 20.000 stasiun

Bagi BYD, kemitraan ini sangat penting untuk strategi Flash Charging China yang sedang dikejar agresif. Perusahaan menargetkan pembangunan 20.000 stasiun flash charging di seluruh negeri pada akhir tahun ini.

Target tersebut pertama kali diumumkan BYD pada 5 Maret. Saat itu, perusahaan juga menetapkan target yang sama untuk membangun 20.000 stasiun flash charging secara nasional pada akhir 2026.

Di saat yang sama, BYD memperkenalkan flash charging pile mass-produced dengan daya tertinggi di dunia untuk satu konektor. Daya maksimumnya disebut mencapai 1.500 kW.

Jika dipadukan dengan teknologi Blade Battery generasi kedua, sistem itu diklaim bisa mengisi daya kendaraan dari 10% ke 97% hanya dalam 9 menit. Dalam suhu ekstrem minus 30 derajat Celsius, total waktu pengisian disebut hanya 12 menit.

Ekosistem dan rantai pasok ikut diperluas

Kerja sama BYD dan Sinopec tidak berhenti pada pembangunan stasiun pengisian. Keduanya juga akan membangun ekosistem baru dan meningkatkan keterhubungan serta berbagi data di sistem keanggotaan dan wawasan pengguna.

Kesepakatan itu juga mencakup sinergi rantai pasok. Ruang kolaborasinya meluas ke sektor hulu dan hilir seperti material otomotif dan baterai, pelumas otomotif, hingga penyimpanan energi.

Ketua dan Presiden BYD Wang Chuanfu mengatakan perusahaan berkomitmen mendorong revolusi energi hijau lewat inovasi teknologi. Ia menegaskan BYD ingin menghubungkan seluruh segmen rantai pasok energi melalui Blade Battery generasi kedua dan teknologi flash charging.

Jejak awal kerja sama sudah terlihat

Sinopec menyebut stasiun BYD megawatt flash charging pertamanya di Longzhuyuan, Shenzhen, sudah menjadi model kerja sama awal kedua pihak. Lokasi itu memperlihatkan bagaimana jaringan ritel energi milik Sinopec bisa dipakai untuk mendukung pengisian daya berkecepatan tinggi.

Hingga 27 Mei, BYD telah membangun lebih dari 6.100 stasiun flash charging. Angka itu membuat BYD menjadi produsen mobil dengan stasiun pengisian buatan sendiri terbanyak di China.

Ekspansi BYD juga mulai menyentuh layanan mobilitas. Pada 9 Mei, perusahaan menandatangani kerangka kerja pengadaan besar dengan Car Inc untuk hingga 100.000 kendaraan, dan kedua pihak akan memasang fasilitas flash charging BYD di lokasi toko rental Car Inc yang memenuhi syarat.

Source: cnevpost.com

Baca Juga

Back to top button