Pena Tak Mau Persita Longgar, Dua Laga Pamungkas Jadi Ukuran Ketajaman Tim

Dua laga terakhir tetap dipandang Carlos Pena sebagai momen penting bagi Persita Tangerang untuk menunjukkan standar kerja yang sudah dibangun sepanjang musim. Meski status aman dari ancaman degradasi telah dipastikan, ia tidak ingin timnya menurunkan intensitas hanya karena target utama sudah tercapai.

Sorotan utama Pena kini tertuju pada serangan Persita yang belum tampil seimbang dengan lini belakang. Ia menilai timnya cukup solid saat bertahan, tetapi masih menemui hambatan besar ketika harus mengubah alur permainan menjadi peluang yang benar-benar berbahaya.

Kekalahan 0-3 dari Persijap Jepara ikut mempertegas masalah itu. Dalam laga tersebut, Persita kembali gagal tampil tajam di sepertiga akhir dan tidak mampu mencetak gol.

Pena melihat hasil tersebut sebagai bahan belajar, bukan alasan untuk panik. Pelatih asal Spanyol itu menilai timnya sudah menunjukkan banyak hal baik selama hampir sembilan bulan bekerja bersama, tetapi ada urusan di lini depan yang belum selesai.

Persita disebut sudah mencoba banyak opsi untuk memperbaiki efektivitas serangan. Namun, persoalan utama yang terus dicari solusinya bukan berada pada organisasi bertahan, melainkan pada cara tim memaksimalkan peluang di depan gawang lawan.

Pendekatan itu membuat Pena terus mencari formulasi terbaik agar potensi pemain depan bisa keluar tanpa mengganggu keseimbangan tim. Ia tidak ingin persoalan di lini serang dibesarkan, tetapi juga tidak mau tim kehilangan poin lagi karena penyelesaian akhir belum membaik.

Pembenahan serangan jadi perhatian utama

Dalam pandangan Pena, fase menyerang masih menjadi ruang evaluasi terbesar bagi Pendekar Cisadane. Ia melihat tim sudah mampu menjaga struktur permainan saat bertahan, tetapi ritme berubah saat memasuki area serang dan itu membuat produktivitas belum maksimal.

Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa hasil negatif tidak dianggap sebagai akhir dari pekerjaan. Justru, masa sulit dipandang sebagai kesempatan untuk membuat skuad berkembang lebih matang jika evaluasinya berjalan tepat.

Persita saat ini memang berada dalam posisi yang relatif nyaman di klasemen. Hingga pekan ke-32, mereka menempati peringkat ke-9 dengan koleksi 44 poin dari 32 pertandingan.

Meski aman dari degradasi, ruang untuk memperbaiki posisi masih terbuka. Karena itu, Pena tetap meminta para pemain menjaga fokus sampai kompetisi benar-benar selesai.

Dua laga pamungkas masih bernilai besar

Sikap tersebut membuat dua pertandingan sisa tidak berubah menjadi formalitas. Bagi Persita, hasil di periode ini tetap punya bobot karena bisa menentukan bagaimana musim ditutup dan seberapa jauh posisi akhir dapat diperbaiki.

Persita masih harus melakoni laga tandang ke markas Malut United sebelum menjamu Persis Solo di Stadion Indomilk Arena, Tangerang. Kedua partai itu menjadi kesempatan terakhir untuk memperbaiki catatan sekaligus memberi penutup yang lebih baik bagi para pendukung.

Jika hasil maksimal bisa diraih, Persita berpeluang naik peringkat dan menutup musim dengan nada yang lebih positif. Bagi Pena, ujian terakhir ini juga menjadi ukuran apakah pembenahan pada lini serang sudah mulai memberi dampak nyata di lapangan.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button