Manchester City datang ke Turf Moor dengan beban yang jauh lebih besar daripada sekadar laga tandang biasa. Tiga poin akan menjaga mereka tetap dekat dengan Arsenal dan sekaligus menekan rival utama dalam persaingan gelar Liga Primer.
Situasinya cukup jelas dari tabel klasemen. City berada di posisi kedua dengan 67 poin dari 32 laga, hanya terpaut tiga angka dari Arsenal yang sudah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
Di sisi lain, Burnley berada dalam kondisi yang jauh lebih rumit. Tim asuhan Scott Parker menempati posisi ke-19 dengan 20 poin dan masih terjebak dalam ancaman degradasi yang nyata.
Catatan terbaru Burnley juga tidak membantu. Kekalahan 1-4 dari Nottingham Forest membuat mereka memperpanjang puasa kemenangan menjadi tujuh pertandingan beruntun.
Bagi Burnley, sisa pertandingan kini terasa seperti serangkaian final. Mereka masih tertinggal 13 poin dari zona aman, sehingga setiap laga kandang perlu dimaksimalkan jika ingin menjaga peluang bertahan.
Masalah terbesar The Clarets ada pada pertahanan yang belum stabil. Dalam tiga kekalahan beruntun terakhir, mereka sudah kebobolan sembilan gol, angka yang menegaskan betapa beratnya tugas menghadapi tim dengan lini depan seproduktif City.
Burnley juga tidak berada dalam kondisi skuad terbaik. Connor Roberts, Hannibal Mejbri, dan Zaki Amdouni dipastikan absen karena cedera, sehingga opsi Parker untuk merombak permainan jadi lebih terbatas.
Dengan situasi itu, Burnley kemungkinan besar akan menata blok pertahanan lebih rapat. Maxime Esteve dan rekan-rekannya diperkirakan harus bekerja keras menahan tekanan yang biasanya datang dalam gelombang panjang dari City.
Manchester City sendiri membawa kepercayaan diri yang tinggi ke pertandingan ini. Dalam 10 laga terakhir Liga Primer, mereka tidak tersentuh kekalahan dan tetap menjaga ritme di momen krusial perebutan gelar.
Kemenangan atas Chelsea dengan skor 3-0 dan atas Arsenal 2-1 memperlihatkan bahwa City tetap bisa tampil efektif saat menghadapi lawan besar. Hasil-hasil tersebut juga menunjukkan bahwa tim Pep Guardiola masih punya ketenangan untuk mengelola laga penting.
Ciri permainan City tidak banyak berubah. Penguasaan bola yang rapi dan tekanan menyerang yang konsisten masih menjadi senjata utama untuk mengunci lawan di area sendiri.
Kondisi skuad City memang tidak sepenuhnya ideal. Rodri dan Ruben Dias disebut cedera, tetapi status favorit mereka tidak banyak berubah karena kedalaman tim tetap menjadi salah satu kekuatan utama.
Pep Guardiola masih punya banyak pilihan untuk menjaga kualitas permainan. Saat pemain inti absen, peran pemain lain biasanya langsung naik guna mempertahankan standar operasional tim di level tinggi.
Di lini depan, Erling Haaland masih diperkirakan menjadi tumpuan utama. Dukungan Bernardo Silva dan Jeremy Doku dapat menjadi faktor penting jika Burnley memilih bertahan dalam blok rendah dan menutup ruang antarlini.
Situasi seperti itu biasanya menuntut City bermain sabar dan presisi. Ketika lawan menumpuk banyak pemain di belakang bola, kualitas penyelesaian akhir dan pergerakan tanpa bola sering menjadi pembeda utama.
Prediksi susunan pemain memperlihatkan jarak kualitas dan kedalaman yang cukup jelas. Burnley diperkirakan menurunkan Dubravka; Walker, Ekdal, Esteve, Hartman; Ward-Prowse, Florentino Luis, Edwards; Ugochukwu, Anthony, dan Flemming, sedangkan City diprediksi tampil dengan Donnarumma; Nunes, Khusanov, Guehi, O’Reilly; Bernardo Silva, Gonzalez, Semenyo; Cherki, Doku, dan Haaland.
Modal terkini juga semakin menegaskan arah pertandingan. City tidak kalah dalam 10 laga terakhir Liga Primer, sementara Burnley justru menelan tiga kekalahan beruntun dengan total kebobolan sembilan gol.
Dengan tren itu, City punya kesempatan besar untuk membawa pulang tiga poin dari Turf Moor. Bila target itu tercapai, mereka akan menyamai koleksi 70 poin milik Arsenal dan membuat perebutan gelar semakin panas, sementara Burnley harus mencari cara lain untuk menjaga asa bertahan di Liga Primer.
Source: mediaindonesia.com