Pasar Waspadai Pembicaraan AS-Iran, Rupiah Tetap Bertahan Menguat Ke Rp 17.827

Perdagangan rupiah pada awal Juni dibuka dengan arah yang lebih tenang, tetapi perhatian pelaku pasar justru tertuju ke faktor di luar negeri. Ketidakpastian dari pembicaraan Amerika Serikat dan Iran membuat investor menilai ulang risiko, sementara rupiah tetap sempat menguat di pasar spot.

Pada Senin, 1 Juni 2026, pukul 09.40 WIB, rupiah berada di level Rp 17.827 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Indonesia menguat 54 poin atau 0,30% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Gerak itu menarik karena terjadi saat indeks dolar AS justru naik 0,15% ke level 99,06. Artinya, rupiah mampu bergerak berlawanan arah dengan penguatan dolar AS pada saat pasar global masih dibayangi sikap hati-hati.

Geopolitik Timur Tengah Masih Menekan Sentimen

Fokus utama pasar tetap mengarah ke negosiasi Amerika Serikat dan Iran yang belum memberi kepastian final. Situasi ini membuat investor memilih menunggu, bukan mengambil posisi agresif di pasar keuangan global.

Ketegangan di Selat Hormuz juga masih menjadi perhatian. Jalur strategis itu dipantau ketat karena setiap eskalasi dapat memengaruhi arus perdagangan dunia sekaligus harga energi.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai geopolitik masih menjadi sentimen penting bagi dolar AS, rupiah, emas, dan komoditas lainnya. Ia juga menyebut keputusan terkait kesepakatan damai kini berada di tangan Presiden AS Donald Trump dan berpotensi diumumkan dalam waktu dekat.

Pasar Menunggu Sinyal Baru dari Washington dan Teheran

Selama hasil pembicaraan AS-Iran belum jelas, pasar global cenderung menahan diri. Perkembangan diplomatik itu dinilai dapat mengubah arah mata uang, saham, dan komoditas dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi tersebut membuat pergerakan rupiah masih sangat bergantung pada kabar terbaru dari kedua ibu kota tersebut. Di tengah tekanan eksternal itu, penguatan rupiah pada awal perdagangan menunjukkan masih ada ruang bagi mata uang domestik untuk bergerak positif.

Arah Mata Uang Asia Tidak Serempak

Di kawasan Asia, pergerakan terhadap dolar AS berlangsung beragam pada perdagangan hari ini. Aktivitas transaksi juga cenderung lebih sepi karena sejumlah negara sedang menjalani libur nasional.

Dolar AS tercatat menguat 0,5% terhadap won Korea Selatan ke level 1.514,70 won per dolar AS. Sebaliknya, dolar AS melemah 0,2% terhadap dolar Taiwan dan diperdagangkan di level 31,345 dolar Taiwan.

Pola yang tidak seragam itu menunjukkan pasar regional masih menyesuaikan diri dengan kombinasi sentimen geopolitik dan arah dolar AS. Selama kepastian dari negosiasi AS-Iran belum muncul, rupiah dan mata uang Asia lain tampaknya masih akan bergerak sensitif terhadap perkembangan terbaru.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button