Panas 33 Derajat Di Semarang, BMKG Sebut Masih Wajar Saat Pancaroba Berlangsung

Bagi warga yang merasa cuaca Semarang belakangan lebih gerah, kondisi itu ternyata masih masuk kategori wajar menurut BMKG. Suhu udara yang tercatat mencapai 33 derajat Celsius belum dianggap sebagai tanda cuaca ekstrem, melainkan masih sejalan dengan pola udara pada masa peralihan musim.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita, menyampaikan bahwa suhu rata-rata harian di wilayah tersebut berada di kisaran 32 hingga 33 derajat Celsius. Menurut dia, angka itu masih berada dalam rentang normal untuk Semarang.

“Kalau rata-rata yang tercatat di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang berkisar antara 32 sampai 33 derajat Celsius. Kisaran suhu segitu masih normal,” ujar Rany kepada JPNN.com, Selasa (21/4).

BMKG juga menilai rasa panas yang lebih menyengat tidak lepas dari kondisi cuaca harian yang minim hujan dalam beberapa hari terakhir. Saat hujan belum turun, paparan sinar matahari pada siang hari terasa lebih kuat dan membuat udara di permukaan tampak lebih terik.

Situasi itu masih berkaitan erat dengan masa pancaroba yang sedang berlangsung di April. Pada periode ini, cuaca di Semarang dan Jawa Tengah cenderung mudah berubah, dari cerah menjadi mendung atau sebaliknya, sehingga sensasi panas pada siang hari kerap lebih terasa oleh masyarakat.

Kondisi peralihan musim tersebut membuat suhu 33 derajat Celsius belum dipandang sebagai hal yang di luar kebiasaan. BMKG menekankan bahwa suhu semacam ini masih lazim terjadi pada wilayah tropis yang sedang berada di fase pancaroba.

Data historis juga menunjukkan bahwa Semarang pernah mengalami suhu yang jauh lebih tinggi. BMKG mencatat suhu maksimum di kota ini pernah mencapai 39,5 derajat Celsius pada periode 1990 hingga 2001.

Rany mengatakan setelah periode itu belum ada lagi catatan suhu yang menyamai angka tersebut. Karena itu, suhu yang saat ini dirasakan warga masih berada jauh di bawah rekor panas yang pernah terjadi di Semarang.

Panas yang terasa di siang hari juga bisa diperkuat oleh berkurangnya tutupan awan. Ketika hujan tidak turun selama beberapa hari, sinar matahari lebih langsung mengenai permukaan dan kondisi ini membuat udara terasa lebih gerah, terutama di kawasan perkotaan.

Dengan gambaran tersebut, BMKG menilai suhu 32 hingga 33 derajat Celsius di Semarang masih tergolong biasa untuk masa pancaroba. Warga tetap perlu memahami bahwa suhu yang terasa menyengat pada jam-jam tertentu belum tentu menunjukkan adanya anomali cuaca.

Source: jateng.jpnn.com

Baca Juga

Back to top button