Koreksi pada saham-saham yang dikaitkan dengan OpenAI memunculkan pertanyaan baru tentang seberapa jauh belanja besar di sektor kecerdasan buatan masih bisa terus mendukung valuasi pasar. Setelah laporan terbaru menyebut OpenAI gagal memenuhi target penjualan dan penambahan pengguna baru, investor merespons dengan lebih hati-hati terhadap prospek permintaan komputasi yang selama ini menjadi penopang banyak emiten teknologi.
Dampaknya langsung terasa di sejumlah saham yang dianggap paling dekat dengan ekosistem OpenAI. SoftBank Group Corp. turun hampir 10 persen di bursa Tokyo, sedangkan Oracle Corp. dan CoreWeave Inc. melemah lebih dari 7 persen pada perdagangan pra-pembukaan di Amerika Serikat.
Tekanan merembet ke rantai pasok AI
Pelemahan itu tidak berhenti pada perusahaan yang berhubungan langsung dengan model AI. GE Vernova Inc. dan Vertiv Holdings Co. juga terkoreksi lebih dari 2,5 persen, menunjukkan sentimen negatif ikut merambat ke penyedia infrastruktur yang menopang pusat data, server, dan kapasitas komputasi.
Pasar kini semakin menghubungkan kinerja OpenAI dengan kesehatan ekosistem AI yang lebih luas. Ketika pertumbuhan pengguna dan penjualan tidak sekuat perkiraan, investor ikut menguji ulang prospek perusahaan yang menyediakan daya komputasi bagi lonjakan kebutuhan AI.
Oracle jadi titik paling sensitif
Di antara nama-nama yang tertekan, Oracle disebut sebagai pihak yang paling mudah terkena dampak perubahan permintaan dari OpenAI. Anurag Rana, analis Bloomberg Intelligence, menilai kegagalan target penjualan dan pertumbuhan pengguna bisa memengaruhi seluruh ekosistem infrastruktur AI.
“Oracle sebagai pihak yang paling rentan terhadap risiko terhadap target keuangannya,” kata Rana. Ia juga mengingatkan bahwa jika kebutuhan komputasi OpenAI menurun, efeknya bisa menjalar ke perusahaan teknologi besar lain yang selama ini menopang infrastruktur tersebut.
Microsoft, Amazon Web Services, dan CoreWeave disebut berpotensi ikut merasakan tekanan bila OpenAI mengurangi kebutuhan komputasi. Pandangan ini membuat pasar tidak lagi menilai satu perusahaan secara terpisah, melainkan menghitung juga arus pendapatan yang terkait dengan ekspansi AI secara keseluruhan.
Pertumbuhan saham AI mulai kehilangan tenaga
Data pasar menunjukkan kelompok saham yang dipandang sebagai proksi OpenAI baru naik sekitar 75 persen sejak akhir 2024. Angka itu jauh tertinggal dari kelompok saham terkait Alphabet Inc. yang menguat lebih dari 300 persen pada periode yang sama.
Perbedaan tersebut menandakan investor mulai lebih selektif dalam memberi premi pada cerita pertumbuhan AI. Saat ekspektasi mulai menuntut bukti kinerja nyata, saham-saham yang sebelumnya terdorong euforia menjadi lebih mudah terkoreksi ketika laju pertumbuhan terlihat melambat.
Anna Macdonald, direktur strategi investasi di Hargreaves Lansdown, menilai OpenAI kini mendapat tekanan dari dua arah. Perusahaan itu tumbuh sangat cepat sejak ChatGPT diluncurkan, tetapi para pesaing mulai unggul di segmen konsumen dan bisnis.
“Progres OpenAI sangat fenomenal sejak rilis ChatGPT, tetapi para rival mulai unggul dari kedua sisi,” kata Macdonald. Situasi itu membuat pasar lebih waspada terhadap asumsi bahwa pemimpin awal akan otomatis mempertahankan dominasi di pasar AI.
Persaingan makin ketat di konsumen dan korporasi
Perubahan persepsi terhadap OpenAI mulai terlihat sejak akhir tahun lalu, ketika Alphabet memperkenalkan Gemini dan Anthropic menghadirkan Claude. Kehadiran dua pesaing itu menambah tekanan di pasar yang sebelumnya dinilai sangat menguntungkan OpenAI.
Anthropic bahkan disebut mulai menguasai segmen pemrograman dan pasar korporasi. Kondisi ini membuat investor menilai ulang seberapa besar ruang pertumbuhan yang masih bisa diraih OpenAI, terutama jika pertarungan di sisi pengguna dan pelanggan bisnis kian ketat.
Bagi pasar, target penjualan dan penambahan pengguna kini menjadi ukuran yang semakin penting untuk menilai apakah investasi infrastruktur AI memang menghasilkan pertumbuhan yang sepadan. Selama permintaan OpenAI belum kembali menunjukkan penguatan yang jelas, saham-saham mitra dan penyokong ekosistem AI berpotensi tetap bergerak fluktuatif mengikuti perubahan ekspektasi.





