Bagi banyak pemilik mobil listrik di Inggris, biaya mengecas di rumah sebenarnya sudah lebih murah dibandingkan menggunakan pengisi daya publik. Namun, selisih itu tidak selalu mudah dinikmati karena masalah paling dasar justru muncul di depan rumah: trotoar.
Di banyak kawasan, kabel pengisian sulit dipasang dengan aman dan rapi tanpa campur tangan dewan lokal. Akibatnya, rencana mempercepat adopsi mobil listrik ikut tersangkut pada keputusan soal izin jalan, perawatan trotoar, dan keselamatan pejalan kaki.
Trotoar jadi titik penentu
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah charger gully, yakni saluran kecil di trotoar untuk menempatkan kabel pengisi daya. Tujuannya sederhana, kabel tidak berserakan, tidak menjadi bahaya tersandung, dan permukaan trotoar tetap tertata.
Menteri Energi Inggris Ed Miliband sebelumnya menilai teknologi ini dapat menekan biaya bagi pemilik kendaraan listrik. Tetapi lebih dari 20 otoritas lokal masih menolak pemasangan sistem tersebut, terutama karena kekhawatiran soal perawatan dan tanggung jawab hukum jika terjadi kecelakaan.
Banyak rumah tidak punya parkir pribadi
Masalah ini menjadi lebih rumit karena sekitar 9,3 juta rumah tangga di Inggris tidak memiliki akses parkir pribadi, menurut konsultan Field Dynamics. Dalam kondisi seperti itu, pemilik mobil listrik tidak selalu bisa memanfaatkan tarif listrik rumah yang lebih murah untuk kendaraan mereka.
London memperlihatkan persoalan itu dengan sangat jelas. Kota tersebut memiliki jumlah mobil listrik tertinggi di Inggris, tetapi juga jumlah rumah tangga tanpa parkir pribadi paling banyak.
Penolakan datang dari berbagai wilayah
Sejumlah wilayah yang menolak antara lain Kent, Leicester, Worcestershire, serta beberapa borough di London seperti Westminster dan Hackney. Borough adalah wilayah administratif setingkat distrik di kota besar seperti London.
Dewan Kota Leicester menilai banyak rumah teras di wilayahnya tidak selalu punya tempat parkir tepat di depan rumah. Kent khawatir kabel yang rusak dapat memunculkan risiko sengatan listrik, sedangkan Worcestershire menolak pembongkaran atau kerusakan jalan untuk pemasangan sambungan pengisi daya kendaraan listrik.
Meski begitu, Worcestershire masih mengizinkan pelindung kabel berbentuk landai di atas trotoar. Sikap ini menunjukkan bahwa penolakan tidak selalu berarti menutup semua opsi, tetapi memilih bentuk pemasangan yang dianggap lebih aman atau lebih mudah diterima.
Keselamatan pejalan kaki ikut jadi pertimbangan
Di London barat, Dewan Ealing menempatkan keselamatan lansia, penyandang disabilitas, pengguna kursi roda, dan warga dengan gangguan penglihatan sebagai alasan utama kehati-hatian. Karena itu, dewan tersebut memilih menambah pengisi daya publik di tiang lampu alih-alih membuka ruang lebih besar untuk kabel rumah.
Westminster menilai charger gully kurang cocok untuk kawasan kota yang padat. Hackney mengambil sikap serupa dengan memprioritaskan pejalan kaki dan pengguna alat mobilitas dibanding kendaraan pribadi.
Sejumlah dewan lain juga masih mempertanyakan perawatan jalur kabel dan status hukumnya jika terjadi kecelakaan. Mereka ingin kejelasan soal siapa yang bertanggung jawab bila ada orang tersandung dan terluka.
Teknologi sudah ada, aturan belum seragam
Di sisi lain, para pembuat charger gully seperti Kerbo Charge, Gul-e, Pavecross, dan ACO menyebut teknologi mereka aman. Kabel dimasukkan ke jalur kecil sehingga trotoar tetap rapi dan bisa dipakai berjalan.
Kerbo Charge, melalui salah satu pendirinya Michael Goulden, mengatakan pemasangan tetap membutuhkan persetujuan pemerintah daerah. Perusahaannya sudah bekerja sama dengan 48 otoritas lokal yang mengizinkan atau sedang menguji teknologi tersebut.
Pemerintah Inggris memang sudah menghapus kewajiban izin perencanaan untuk mempercepat pemasangan. Namun, pemasang tetap membutuhkan izin pekerjaan jalan dari dewan lokal, sehingga prosesnya belum benar-benar seragam di seluruh wilayah.
Direktur Gul-e, Adam Dolphin, menyebut tiap wilayah punya proses berbeda. Ia menilai dewan lokal tidak selalu sengaja menghambat, melainkan masih menjalankan prosedur masing-masing, sehingga transisi ke mobil listrik di Inggris tetap bergantung pada keputusan di tingkat trotoar dan jalan di depan rumah.
Source: voi.id




