Pemilihan kendaraan untuk ajang berskala nasional kini tidak lagi hanya soal kenyamanan dan kelancaran perpindahan peserta. Pada Putri Indonesia 2026, aspek itu juga dibawa ke arah yang lebih ramah lingkungan lewat armada listrik yang disiapkan MPMRent untuk mendukung mobilitas selama rangkaian acara di Jakarta pada 21–24 April 2026.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa transportasi acara mulai mendapat perhatian yang lebih luas, bukan sekadar sebagai penunjang operasional. Di ajang ini, MPMRent menurunkan total enam unit kendaraan, dan dua di antaranya merupakan Electric Vehicle kelas premium.
Armada premium untuk kebutuhan acara
Dua kendaraan listrik yang disiapkan MPMRent adalah Maxus Mifa 9 dan Maxus Mifa 7. Keduanya dipakai untuk membantu perpindahan peserta dan panitia selama kegiatan berlangsung.
Selain kendaraan, perusahaan juga menurunkan enam pengemudi profesional untuk menjaga kelancaran operasional di lapangan. Seluruh armada diarahkan agar mobilitas selama agenda Putri Indonesia 2026 tetap tertib, efisien, dan sesuai kebutuhan penyelenggaraan.
Kehadiran kendaraan listrik mewah dalam dukungan ini membuat aspek transportasi ikut memperkuat citra acara yang mengusung nilai keberlanjutan. Hal itu juga sejalan dengan tema Putri Indonesia 2026, yaitu “Dari Indonesia untuk Dunia: Kontribusi Perempuan dalam Inovasi dan Teknologi yang Berdampak untuk Keberlanjutan Alam serta Perdamaian Global.”
Sinyal ke arah green mobility
VP Commercial MPMRent, Naryanton, menyebut keterlibatan perusahaan dalam Putri Indonesia 2026 sebagai bentuk kesiapan menghadirkan solusi mobilitas yang andal dan adaptif. Ia juga menegaskan bahwa dukungan tersebut berkaitan dengan dorongan terhadap inisiatif keberlanjutan.
“Kehadiran MPM dalam mendukung ajang Putri Indonesia 2026 merupakan bukti komitmen dalam menghadirkan solusi mobilitas yang handal secara operasional, dan juga adaptif terhadap kebutuhan yang terus berkembang, termasuk dalam mendukung inisiatif keberlanjutan,” ujar Naryanton melalui keterangan resminya.
Pernyataan itu menempatkan kendaraan listrik bukan hanya sebagai sarana logistik. Di sisi lain, langkah tersebut memperlihatkan bahwa layanan transportasi korporasi mulai bergerak mengikuti tuntutan efisiensi dan dampak lingkungan yang lebih kecil.
Arah layanan transportasi korporasi
Naryanton juga memproyeksikan kebutuhan mobilitas di sektor bisnis atau B2B akan terus berubah. Menurut dia, solusi transportasi ke depan cenderung mengarah pada layanan yang lebih terintegrasi, efisien, dan minim dampak lingkungan.
Pandangan itu sejalan dengan posisi MPMRent sebagai penyedia transportasi untuk kebutuhan korporasi dan acara berskala besar. Perusahaan menjaga kualitas layanan melalui penerapan standar internasional yang ketat pada operasionalnya.
MPMRent memegang dua sertifikasi penting, yakni ISO 9001:2015 untuk manajemen mutu dan ISO 14001:2015 untuk pengelolaan lingkungan. Kedua standar ini menjadi landasan perusahaan dalam menjaga konsistensi pelayanan sekaligus memperkuat perhatian pada isu lingkungan.
Sebagai anak perusahaan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk, MPMRent menawarkan solusi transportasi komprehensif bagi berbagai industri. Layanannya telah digunakan di sektor perbankan, manufaktur, dan logistik di sejumlah wilayah Indonesia.
Dukungan untuk Putri Indonesia 2026 memperlihatkan bahwa acara publik kini makin memberi ruang bagi transportasi yang lebih bersih. Pada saat yang sama, kehadiran Maxus Mifa 9 dan Maxus Mifa 7 menegaskan bahwa mobilitas modern semakin dipandang dari sisi ketepatan layanan sekaligus arah pengembangannya yang lebih berkelanjutan.





