Spekulasi soal kursi pelatih Real Madrid kembali mengarah ke Jose Mourinho, dan nama itu langsung memicu perdebatan besar di internal klub. Florentino Perez disebut melihat pelatih asal Portugal tersebut sebagai sosok yang bisa memberi arah lebih tegas bagi proyek baru Los Blancos.
Dorongan itu muncul di tengah musim yang belum berjalan stabil. Madrid masih berada dalam situasi yang membuat evaluasi menyeluruh terasa semakin mendesak, terutama karena ancaman menutup musim tanpa gelar bergengsi untuk kedua kalinya secara beruntun.
Perez Ingin Kendali Lebih Besar
Di balik pembicaraan soal pelatih baru, ada pula perubahan dalam pola pengambilan keputusan klub. Jika penunjukan Xabi Alonso sebelumnya banyak dipimpin General Manager Jose Angel Sanchez, kali ini peran Perez disebut jauh lebih dominan.
Sikap itu menunjukkan bahwa pembaruan di Madrid tidak hanya menyentuh sisi teknis. Klub tampaknya ingin menata ulang arah proyek, sekaligus memastikan figur pelatih yang dipilih benar-benar sejalan dengan visi yang ingin dibangun dari atas.
Mengapa Mourinho Masuk Lagi dalam Pertimbangan
Nama Mourinho kembali mencuat karena Perez menilai sosoknya bisa mengembalikan karakter keras yang selama ini melekat pada Real Madrid. Reputasi Mourinho di sepak bola Eropa masih sangat kuat, dan pengalamannya menangani klub elite menjadi nilai yang sulit diabaikan.
Bagi sebagian pihak di klub, Mourinho menawarkan identitas yang jelas. Ia dikenal membawa disiplin tinggi dan mental kompetitif, dua aspek yang dinilai dibutuhkan Madrid ketika performa tim belum konsisten di La Liga maupun Liga Champions.
Kondisi Tim Membuat Evaluasi Makin Serius
Tekanan terhadap manajemen meningkat karena hasil Madrid masih naik turun. Situasi itu membuat pembahasan soal pergantian pelatih tidak lagi berhenti pada wacana, melainkan masuk ke tahap evaluasi menyeluruh terhadap arah tim.
Alvaro Arbeloa, yang menggantikan Xabi Alonso sejak Januari lalu, disebut belum mampu memberi dampak kuat. Dalam kondisi seperti ini, klub merasa perlu menimbang apakah perubahan besar memang harus segera dilakukan atau justru menunggu momen yang lebih tepat.
Hambatan Kontrak dan Soal Waktu
Meski nama Mourinho dianggap menarik, jalan menuju Santiago Bernabeu tidak sederhana. Ia masih terikat kontrak dengan Benfica hingga Juni 2027, sehingga Madrid harus mencari skenario yang realistis jika benar-benar ingin membawanya kembali.
Ada satu celah yang masih membuka peluang. Klausul pelepasan senilai 3 juta euro disebut bisa diaktifkan Mourinho dalam jangka waktu hingga 10 hari setelah seluruh kompetisi musim ini resmi berakhir.
Kondisi itu membuat waktu menjadi faktor yang sangat penting. Jika Madrid serius, keputusan harus bergerak cepat karena peluang bisa tertutup sebelum klub menyelesaikan langkah final.
Keraguan Tetap Ada di Dalam Klub
Walau Perez mendorong opsi ini, dukungan terhadap Mourinho di internal klub belum solid. Sejumlah petinggi masih menyimpan keraguan terhadap rekam jejak sang pelatih dan menilai keputusan seperti ini perlu dihitung dengan hati-hati.
Masa lalu Mourinho di Madrid juga masih menyisakan memori yang tidak sepenuhnya mudah. Salah satu yang terus diingat adalah konflik dengan Iker Casillas saat Mourinho menangani Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013.
Komentar terakhir Mourinho mengenai insiden Vinicius Junior dalam laga melawan Benfica juga ikut memunculkan kritik. Faktor-faktor semacam ini membuat sebagian pengurus belum ingin buru-buru mengambil keputusan.
Alternatif Tetap Disiapkan
Madrid tidak hanya bertumpu pada satu nama. Manajemen tetap menyiapkan pilihan lain jika opsi Mourinho tidak bisa diwujudkan.
Mauricio Pochettino, yang kini melatih Timnas Amerika Serikat, masuk dalam daftar pantauan. Didier Deschamps, pelatih Timnas Prancis, juga tercatat sebagai kandidat karena pengalaman dan rekam jejaknya di level tinggi.
Jurgen Klopp masih ada dalam daftar, tetapi peluangnya dinilai tipis. Hal itu berkaitan dengan komitmennya sebagai kepala sepak bola global di Red Bull yang dimulai sejak Januari 2025.
Di tengah berbagai pertimbangan tersebut, Madrid berada pada titik penting antara kebutuhan akan gebrakan besar dan tuntutan menjaga stabilitas proyek klub. Keputusan berikutnya akan sangat menentukan apakah langkah Perez akan dibaca sebagai perjudian besar atau justru sebagai awal dari kebangkitan yang baru.