Bagi pasar ponsel premium, Motorola Signature menarik perhatian bukan hanya karena nama barunya, tetapi juga karena kombinasi spesifikasi yang cukup lengkap. Perangkat ini membawa bodi tipis 7 mm, empat kamera 50 MP, dan chipset Snapdragon 8 Gen 5 yang membuatnya langsung masuk ke radar pengguna kelas atas.
Motorola juga sudah menyiapkan identitas yang cukup kuat lewat desain bodi metal, pilihan warna tervalidasi PANTONE, serta rumah kamera besar dengan bentuk bodi agak mengotak. Di Indonesia, perangkat ini sudah tercatat mengantongi TKDN 36,45 persen sejak Januari 2026, meski harga dan jadwal peluncurannya belum diumumkan secara resmi.
Layar besar dengan tingkat kecerahan tinggi
Pada sisi tampilan, Motorola Signature memakai panel 6,8 inci LTPO AMOLED yang mendukung 1 miliar warna. Layar ini juga membawa refresh rate 165Hz, Dolby Vision, dan HDR10+, sehingga pengalaman visualnya diarahkan untuk penggunaan harian yang mulus sekaligus nyaman saat menikmati konten.
Motorola mengklaim layar tersebut mampu mencapai kecerahan puncak 6200 nits. Untuk perlindungan, bagian depan perangkat sudah dilapisi Corning Gorilla Glass Victus 2, sehingga aspek visual dan ketahanan fisik sama-sama mendapat perhatian.
Snapdragon 8 Gen 5 jadi tumpuan performa
Di sektor dapur pacu, Motorola Signature mengandalkan Snapdragon 8 Gen 5 dengan fabrikasi 3 nm. Chipset ini disebut mampu mencatat skor AnTuTu v11 sebesar 3.057.975, angka yang menegaskan posisinya di kelas performa tinggi.
Ponsel ini juga hadir dalam beberapa pilihan memori, yaitu 12/256GB, 12/512GB, 16/512GB, dan 16GB/1TB. Dukungan RAM besar dan penyimpanan UFS 4.1 membuat perangkat ini disiapkan untuk menjalankan aplikasi berat, gim kelas atas, hingga pengolahan video dengan lebih leluasa.
Empat kamera 50 MP dengan fitur lengkap
Motorola Signature membawa pendekatan kamera yang serba 50 MP. Susunannya mencakup kamera utama, periscope telephoto, ultrawide, dan kamera depan, sehingga konfigurasi yang disajikan terasa lengkap untuk ukuran flagship.
Kamera utama memakai bukaan f/1.6 dan OIS, sementara kamera periscope telephoto juga dibekali OIS dengan zoom optikal 3x. Kamera ultrawide dilengkapi autofokus dan bisa difungsikan sebagai makro untuk pemotretan jarak dekat, sementara perekaman video mendukung hingga 8K 30 FPS.
Motorola turut menambahkan sejumlah fitur pendukung seperti HDR Video, hybrid zoom hingga 100 kali, dan Horizon Lock. Di sisi sensor, perangkat ini menggunakan keluarga Sony LYTIA™, yakni LYTIA™ 828 untuk kamera utama, LYTIA™ 600 untuk periscope telephoto, dan LYTIA™ 500 untuk kamera depan.
Baterai besar dan opsi pengisian beragam
Untuk urusan daya, Motorola Signature dibekali baterai Si/C Li-Ion 5200 mAh. Pengisian cepat 90 watt juga tersedia dan diklaim mampu mengisi daya dari 0 ke 50 persen dalam 15 menit.
Selain itu, perangkat ini mendukung wireless charging 50 watt, reverse wireless 10 watt, dan reverse wired 5 watt. Kombinasi ini memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna yang membutuhkan pengisian cepat sekaligus opsi pengisian nirkabel.
Tipis, ringan, dan tahan banting
Salah satu daya tarik utama Motorola Signature terletak pada dimensinya. Bobotnya 186 gram dengan ketebalan hanya 7 milimeter, sehingga profilnya terasa ramping untuk sebuah flagship modern.
Meski tipis, perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IP68/IP69. Artinya, ponsel tahan debu, tahan air bertekanan tinggi, dan mampu bertahan di kedalaman air 1,5 meter selama 30 menit, lalu diperkuat lagi dengan sertifikasi MIL-STD-810H untuk perlindungan terhadap benturan dan jatuh.
Di pasar India, Motorola Signature dibanderol ₹59.999 untuk varian 12/256GB, ₹64.999 untuk varian 16/512GB, dan ₹69.999 untuk varian 16GB/1TB. Dengan status TKDN yang sudah terdaftar di Indonesia, perangkat ini tinggal menunggu kepastian resmi soal kehadiran dan banderol lokalnya.
Source: www.idntimes.com




