Mixtape Tidak Akan Hilang Karena Hak Lagu, Annapurna Tegaskan Lisensinya Sudah Diamankan Jangka Panjang

Kepastian soal nasib Mixtape kini datang langsung dari penerbitnya. Annapurna membantah keras rumor bahwa game itu akan ikut diturunkan dari toko digital karena urusan lisensi musik.

Isu tersebut sempat memicu perhatian karena semakin banyak game digital dengan konten berlisensi yang hilang dari etalase. Dalam beberapa waktu terakhir, Star Trek: Resurgence dan 29 game Disney dilaporkan sudah lenyap dari toko digital sejak awal tahun.

Kekhawatiran terhadap Mixtape sebenarnya mudah dipahami. Game ini membawa banyak lagu berlisensi, sehingga publik langsung mengaitkannya dengan risiko delisting saat hak penggunaan musik berakhir.

Namun, kondisi Mixtape justru disebut sudah dipersiapkan untuk menghindari masalah itu sejak awal pengembangan. Creative director Johnny Galvatron mengatakan kepada Kotaku bahwa Beethoven and Dinosaur membayar lebih agar lisensi musik Mixtape berlaku “in perpetuity.”

Skema tersebut membuat peluang delisting karena lisensi kedaluwarsa menjadi jauh lebih kecil. Annapurna kemudian menegaskan hal yang sama di X dan menyebut rumor soal game itu akan hilang karena lisensi musik habis masa berlaku sebagai “a lie.”

Meski begitu, status aman ini tidak berarti Mixtape kebal dari semua bentuk penarikan. Game digital tetap bisa dihapus dari toko karena alasan lain, tetapi bukan karena hak lagu yang berakhir.

Mixtape sendiri baru meluncur awal bulan ini dan memuat lebih dari dua lusin lagu berlisensi. Di antaranya ada “Candy” milik Iggy Pop dan “That’s Good” dari DEVO.

Bantahan Annapurna mendapat sorotan besar karena isu preservasi game digital memang terus menjadi perhatian. Untuk game yang sangat bergantung pada soundtrack berlisensi, kepastian soal lisensi jangka panjang menjadi nilai penting bagi pemain maupun pengamat industri.

Perbincangan tentang Mixtape juga ikut dipengaruhi penilaian terhadap game itu sendiri. Harvey Randall dari PC Gamer memberi skor 74% dan menyebutnya “lovely, beautiful, [and] heartwarming,” meski ia juga menilai game tersebut tidak berhasil meyakinkannya bahwa interaksi sebagai pemain memang benar-benar dibutuhkan.

Di tengah respons yang beragam itu, satu hal kini terlihat jelas: Mixtape tidak menghadapi ancaman delisting karena lisensi lagu. Bagi pemain, itu berarti game tersebut masih punya peluang besar untuk tetap tersedia dalam jangka panjang tanpa dihantui masalah hak musik.

Baca Juga

Back to top button