Milos Raickovic Pamit dari Persebaya, Peran Besarnya di Tengah Tak Mudah Digantikan

Kepergian Milos Raickovic dari Persebaya Surabaya menandai berakhirnya salah satu hubungan yang cukup penting di lini tengah tim. Gelandang asal Montenegro itu tidak hanya pergi dengan status pemain yang dilepas, tetapi juga meninggalkan jejak sebagai sosok yang memberi keseimbangan permainan sepanjang musim 2025/2026.

Raickovic mengumumkan perpisahan itu melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan pada Senin (1/6), ia menegaskan bahwa dirinya tidak lagi masuk dalam skuad untuk musim mendatang dan menyampaikan salam perpisahan kepada manajemen, rekan setim, serta para pendukung Persebaya.

Ucapan Raickovic terasa personal karena ia menyebut kebersamaannya di Surabaya sebagai pengalaman yang berharga. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diterimanya selama mengenakan seragam hijau Bajol Ijo.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di klub (kecuali satu orang) atas dukungan, kepercayaan, dan momen-momen yang kita lewati bersama selama saya di Persebaya. Merupakan kehormatan dan keistimewaan bisa mengenakan jersei Persebaya,” tulis Raickovic.

Selama membela Persebaya pada musim 2025/2026, peran Raickovic memang cukup menonjol. Ia menjadi salah satu figur penting di sektor tengah dan kerap membantu menjaga ritme permainan tim di bawah arahan pelatih.

Catatan statistiknya menunjukkan kontribusi yang konsisten. Dari 33 pertandingan, Raickovic mencatat 2.618 menit bermain, mencetak tiga gol, dan memberikan satu assist.

Salah satu penampilan paling mencoloknya terjadi saat Persebaya menang 4-0 atas PSBS Biak. Dalam laga itu, Raickovic mencetak dua gol dan memperlihatkan bahwa ia bukan hanya kuat dalam menjaga tempo, tetapi juga mampu memberi ancaman dari lini kedua.

Itulah sebabnya kepergiannya terasa cukup besar bagi Persebaya. Tim kehilangan gelandang yang selama satu musim menjadi andalan, baik dalam membantu keseimbangan permainan maupun dalam situasi menyerang.

Di luar urusan permainan, Raickovic juga memberi perhatian khusus kepada suporter Persebaya, Bonek dan Bonita. Ia menyebut tampil di Stadion Gelora Bung Tomo sebagai pengalaman yang sulit dilupakan.

“Terima kasih khusus kepada Bonek dan Bonita. Bermain di depan kalian adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan,” ujarnya.

Pesan itu sekaligus menunjukkan kedekatan emosional antara Raickovic dan tribun hijau yang selama ini dikenal loyal. Dalam penutup perpisahannya, pemain setinggi 187 cm itu juga mendoakan Persebaya agar meraih hasil lebih baik pada musim-musim berikutnya.

Raickovic bahkan membuka kemungkinan untuk kembali ke Surabaya suatu saat nanti. Ia menutup salam perpisahannya dengan slogan khas klub, “Salam satu nyali, WANI!”

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button