Meski Target Dipangkas Ke 600 Dolar AS, JPMorgan Masih Melihat Ruang Naik Spotify

Sinyal dari pasar untuk Spotify mulai terdengar lebih hati-hati setelah JPMorgan memangkas target harga saham perusahaan streaming musik itu dari 700 dolar AS menjadi 600 dolar AS. Meski begitu, bank tersebut tetap mempertahankan peringkat overweight, sehingga pandangannya belum berubah menjadi pesimis penuh.

Pemangkasan target itu muncul di tengah respons investor yang makin selektif terhadap panduan kuartal kedua Spotify. Nada kehati-hatian tersebut kontras dengan laporan kuartal pertama yang sebenarnya tampil kuat dan masih memberi dasar bagi sebagian analis untuk melihat ruang kenaikan lanjutan.

Laba kuartal pertama masih jauh di atas perkiraan

Spotify mencatat laba per saham 5,16 dolar AS, jauh melampaui konsensus 3,16 dolar AS. Pendapatan perusahaan juga naik menjadi 5,32 miliar dolar AS dari 5,14 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu, atau tumbuh 6,8 persen.

Hasil itu menunjukkan bahwa operasional Spotify masih solid. Namun, angka-angka tersebut belum cukup untuk menahan perubahan sikap sejumlah rumah riset yang menyoroti panduan kuartal kedua sebagai titik lemah baru.

Sejumlah analis ikut menurunkan ekspektasi

Morgan Stanley memulai cakupan pada Senin, 13 April 2026, dengan peringkat overweight dan target harga 630 dolar AS. Di sisi lain, Wells Fargo & Company memangkas target menjadi 580 dolar AS dari 640 dolar AS.

Guggenheim juga menurunkan target harga menjadi 565 dolar AS dari 600 dolar AS. Sanford C. Bernstein memangkas targetnya secara tajam ke 650 dolar AS dari 830 dolar AS, meski tetap memberi peringkat outperform, sementara Weiss Ratings menempatkan saham ini pada Hold (C+).

Konsensus pasar masih cenderung positif

Walau ada beberapa penurunan target, pandangan kolektif terhadap Spotify belum bergeser ke wilayah pesimistis. Data MarketBeat.com menunjukkan rata-rata target harga analis masih berada di 647,68 dolar AS, dengan konsensus Moderate Buy.

Komposisi penilaiannya juga masih didominasi sikap positif. Tercatat ada dua analis dengan rekomendasi Strong Buy, 23 analis Buy, dan enam analis Hold.

Pergerakan internal ikut jadi sorotan

Perhatian pasar tidak hanya tertuju pada perubahan target harga, tetapi juga pada transaksi saham dari jajaran eksekutif. Pada Rabu, 1 April 2026, CEO Alex Norstrom menjual 5.436 lembar saham dengan harga rata-rata 479,51 dolar AS.

Pada hari yang sama, CEO Gustav Soderstrom melepas 20.833 lembar saham dengan harga rata-rata 473,52 dolar AS. Penjualan itu memangkas kepemilikan Norstrom sebesar 7,21 persen, sedangkan kepemilikan Soderstrom berkurang langsung hingga 50,27 persen menurut dokumen Securities & Exchange Commission.

Institusi tetap menjadi pemegang terbesar

Di tengah aksi jual dari eksekutif, kepemilikan institusional Spotify masih sangat dominan di level 84,09 persen. Vanguard Group Inc. dan Bessemer Group Inc. termasuk investor besar yang menambah kepemilikan pada kuartal ketiga tahun sebelumnya.

Dominasi institusi membuat saham Spotify sangat peka terhadap perubahan pandangan analis besar. Saat satu lembaga memangkas target, lembaga lain masih melihat potensi kenaikan yang cukup besar.

Secara teknikal, saham Spotify diperdagangkan di 444,49 dolar AS dengan volume transaksi 3.555.090 saham. Harga itu masih berada di bawah rata-rata pergerakan 50 hari di 501,23 dolar AS dan rata-rata pergerakan 200 hari di 548,45 dolar AS, sementara kapitalisasi pasarnya mencapai 91,51 miliar dolar AS.

Analis sisi jual memperkirakan perusahaan akan membukukan EPS 15,73 untuk tahun fiskal berjalan, seiring upaya pemulihan pendapatan iklan. Pada titik ini, pasar tampak menimbang antara kinerja laba yang kuat dan panduan yang dinilai belum cukup memberi keyakinan penuh.

Baca Juga

Back to top button