Meski Menyebut Kripto Banyak Penipuan, Elon Musk Masih Simpan Bitcoin dan Dogecoin

Pernyataan Elon Musk tentang kripto kembali memicu perhatian besar karena ia menempatkan sebagian besar aset digital dalam kategori penipuan. Di saat yang sama, Musk justru masih mengaku memiliki Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin, sehingga sikapnya terlihat tidak pernah benar-benar hitam putih.

Ucapan itu disampaikan dalam kesaksian di pengadilan Oakland yang berkaitan dengan gugatan OpenAI pada 29 April 2026. Saat membahas percakapan awal soal kemungkinan pendanaan OpenAI lewat ICO, Musk mengatakan bahwa “some of them have merit, but most of them are scams.”

Komentar yang cepat menyebar

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan di kalangan pelaku kripto karena keluar dalam forum resmi. Bukan unggahan media sosial, melainkan kesaksian di pengadilan yang membuat komentarnya terasa lebih berat bagi pasar.

Bagi industri aset digital, momen itu kembali menunjukkan betapa besar pengaruh Musk terhadap sentimen pasar. Satu kalimat darinya sering cukup untuk memicu perdebatan, terlebih ketika ia berbicara tentang sektor yang memang masih dipenuhi proyek berkualitas rendah dan penipuan.

Sikap Musk yang tidak pernah tetap

Pandangan Musk terhadap kripto sudah lama berubah-ubah. Pada 2014, ia sempat menolak Bitcoin, menyebutnya berpotensi terkait aktivitas ilegal, dan mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki Bitcoin.

Beberapa tahun setelah itu, ia justru mulai aktif membahas Dogecoin. Pada 2019, satu unggahannya yang menyebut DOGE sebagai “my fav cryptocurrency” sempat mendorong harga naik cepat dan kembali memperlihatkan seberapa sensitif pasar terhadap komentar Musk.

Tesla, Bitcoin, dan jejak paparan aset digital

Pengaruh Musk terhadap kripto tidak berhenti pada komentar pribadi. Pada 2021, Tesla mengumumkan pembelian Bitcoin senilai $1.5 billion dan sempat menerima BTC sebagai alat pembayaran kendaraan.

Langkah itu dipandang sebagai salah satu momen penting bagi adopsi institusional. Kebijakan tersebut juga ikut mendorong reli pasar yang lebih luas pada saat itu.

Namun, pendekatan itu tidak bertahan lama. Beberapa bulan kemudian, Tesla menghentikan pembayaran Bitcoin karena kekhawatiran atas dampak lingkungan dari penambangan, lalu menjual sekitar 75% kepemilikan Bitcoin pada 2022.

Meski begitu, Tesla masih disebut memegang posisi yang signifikan. Per awal 2026, kepemilikan perusahaan itu diperkirakan sekitar 11,500 BTC.

Masih pegang Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin

Di luar perusahaan, Musk sendiri mengatakan bahwa ia masih memegang Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin. Dogecoin menjadi aset yang paling sering ia sorot, termasuk lewat komentar yang berkaitan dengan proyek dan pembayaran merchandise Tesla.

SpaceX juga diyakini menyimpan Bitcoin. Di sisi lain, strategi kripto perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Musk kini terlihat jauh lebih hati-hati dan selektif dibanding fase akumulasi agresif sebelumnya.

Bayang-bayang risiko hukum

Pengaruh besar Musk terhadap Dogecoin juga pernah berujung ke ranah hukum. Pada 2022, sebuah gugatan class-action menuduh dirinya dan Tesla mengatur skema “pump-and-dump” melalui Dogecoin.

Para penggugat menilai komentar publik Musk mendorong harga naik secara artifisial sebelum jatuh dan menimbulkan kerugian bagi investor. Gugatan itu menuntut ganti rugi sebesar $258 billion.

Seorang hakim federal menolak perkara tersebut pada 2024 dan menyebut pernyataan Musk sebagai “puffery” yang tidak bisa diperlakukan sebagai nasihat finansial. Para penggugat kemudian menarik banding mereka.

Pasar yang masih mudah bereaksi

Komentar terbaru Musk muncul ketika industri kripto berada dalam fase transisi. Regulasi membaik dan partisipasi institusional meningkat, tetapi token spekulatif dan siklus memecoin masih menyedot perhatian besar.

Pada saat yang sama, ruang ini tetap dipenuhi penipuan, proyek berkualitas rendah, dan model token yang tidak berkelanjutan. Karena itu, ucapan Musk terdengar tajam meski ia sendiri masih melihat nilai jangka panjang pada sebagian ekosistem kripto.

Pola sikap Musk tampak tidak banyak berubah: keras terhadap pasar kripto secara umum, tetapi tetap terhubung dengan aset tertentu. Selama posisi itu belum bergeser, setiap komentar barunya kemungkinan akan terus memengaruhi pasar.

Baca Juga

Back to top button