Jika kapasitas hard drive terus naik, pertanyaan tentang masuknya angka petabyte ke perangkat konsumen memang terdengar wajar. Namun, kenyataannya, lonjakan dari puluhan terabyte ke 1PB masih belum masuk akal secara teknis maupun ekonomis untuk pasar umum.
Saat ini, kapasitas yang sudah tersedia di pasar masih berada di level yang jauh lebih rendah dari petabyte. Western Digital UltraSMR ePMR HDD disebut menawarkan 40TB, sementara Seagate Mozaic 4+ mencapai 44TB dalam satu drive, tetapi belum ada hard drive 1PB yang diumumkan atau beredar di pasar.
Batas fisik masih sangat menentukan
Hard drive bekerja dengan menyimpan data di piringan magnetik atau magnetic platters. Untuk menaikkan kapasitas, produsen pada dasarnya hanya punya dua jalan, yaitu memperpadat data di setiap platter atau menambah jumlah platter di dalam satu drive.
Kedua pendekatan itu tidak bisa dikejar tanpa batas. Saat kepadatan data dinaikkan, peningkatannya harus dilakukan bertahap karena drive tetap perlu menjaga performa dan keandalan dalam jangka panjang.
Teknologi seperti Heat-Assisted Magnetic Recording atau HAMR memang membantu mendorong kapasitas platter menjadi lebih tinggi. Meski begitu, peningkatannya tetap berjalan perlahan karena setiap lompatan harus tetap aman bagi kinerja penyimpanan dan stabilitas perangkat.
Menambah kapasitas tidak selalu berarti menambah ukuran secara bebas
Pilihan lain, yaitu menambah platter lebih banyak, juga punya konsekuensi besar. Cara ini membuat biaya produksi meningkat, memunculkan panas tambahan, dan memengaruhi bentuk fisik drive.
Akibatnya, produsen tidak leluasa membangun hard drive petabyte dalam satu perangkat. Upaya untuk mengejar kapasitas ekstrem justru berisiko membuat drive menjadi lebih sulit diproduksi, lebih mahal, dan kurang efisien untuk dipasarkan.
Karena itu, peningkatan kapasitas hard drive tidak bergerak dalam lompatan besar yang terlihat sederhana di atas kertas. Di balik angka yang tampak menggiurkan, ada batas teknis yang menghambat tiap langkah berikutnya.
Industri masih lebih realistis di angka 100TB
Alih-alih mengejar 1PB dalam waktu dekat, industri penyimpanan saat ini justru lebih fokus pada target 100TB dalam satu drive. Proyeksi itu disebut akan tercapai pada 2029, dengan perhatian yang juga tetap tertuju pada performa dan konsumsi daya.
Arah pengembangan ini menunjukkan bahwa kapasitas besar saja tidak cukup. Hard drive tetap harus cepat dan stabil, terutama untuk lingkungan kerja yang menuntut akses data tinggi.
Ada pula pengembangan lain seperti High Bandwidth Drive Technology yang dilaporkan mampu menggandakan bandwidth. Teknologi ini memungkinkan operasi baca dan tulis dari beberapa head pada track berbeda secara bersamaan, sehingga kapasitas yang lebih besar tidak otomatis membuat drive menjadi lambat.
Mengapa pasar konsumen belum membutuhkannya
Untuk pengguna rumahan, hard drive 1PB masih terlalu jauh dari kebutuhan nyata. Bahkan jika dipakai untuk cadangan data besar sekalipun, kapasitas sebesar itu masih sukar dibenarkan dari sisi biaya dan pemakaian sehari-hari.
Sebagai gambaran, 1PB bisa menampung lebih dari 250 juta lagu audio atau sekitar 500 miliar halaman teks. Angka tersebut memang sangat besar, tetapi kebutuhan rumah tangga belum mendekati skala itu.
Karena itu, storage petabyte lebih sering dikaitkan dengan institusi, perusahaan besar, dan pusat data AI yang harus menyimpan data dalam volume sangat besar. Di lingkungan seperti ini, yang lebih umum digunakan bukan satu drive petabyte, melainkan kumpulan drive berkapasitas terabyte yang disusun agar lebih efisien dan mudah dikelola.
Biaya, panas, ukuran fisik, dan tuntutan performa ikut menentukan apakah sebuah kapasitas layak dipasarkan. Selama keseimbangan antara densitas data dan keandalan belum tercapai, hard drive petabyte akan tetap berada di wilayah kemungkinan teknis, bukan produk yang benar-benar hadir di rak konsumen.





