Kinerja Bank SulutGo pada kuartal I/2026 menunjukkan bahwa disiplin biaya masih menjadi salah satu sumber penguat laba. Di tengah penyaluran kredit yang relatif stabil, bank daerah ini berhasil menjaga efisiensi sekaligus mempertahankan daya hasil dari aktivitas intermediasi.
Hasilnya terlihat pada laba bersih yang mencapai Rp123,80 miliar, tumbuh 24,9% dibandingkan Rp99,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian itu menandakan Badan Usaha Milik Daerah tersebut mampu memperbaiki profitabilitas tanpa harus mengandalkan ekspansi yang agresif.
Margin bunga tetap menjadi penopang
Kenaikan laba Bank SulutGo tidak lepas dari pendapatan bunga bersih yang naik menjadi Rp352,98 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Rp327,76 miliar pada periode sebelumnya, sehingga memberi ruang lebih besar bagi pertumbuhan laba.
Di saat yang sama, margin bunga bersih atau net interest margin tetap bertahan di level 7,18%. Posisi tersebut menggambarkan kemampuan bank dalam mengelola dana dan menyalurkan pembiayaan secara efektif, sehingga imbal hasil dari bisnis inti masih terjaga kuat.
Biaya operasional berhasil ditekan
Selain dukungan pendapatan bunga, perbaikan laba juga dipengaruhi efisiensi operasional yang lebih baik. Rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio turun menjadi 57,29% dari 64,89% sebelumnya, menunjukkan pengeluaran bank lebih terkendali.
Perbaikan juga terlihat pada BOPO yang membaik ke 73,45% dari 79,23%. Dengan dua rasio yang bergerak lebih sehat, laba operasional Bank SulutGo ikut naik menjadi Rp161,43 miliar, dari Rp128,97 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kredit stabil, likuiditas tetap kuat
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tercatat stabil di kisaran Rp16,56 triliun. Kondisi ini menunjukkan ekspansi pembiayaan tetap dijalankan secara hati-hati, tanpa mengganggu keseimbangan bisnis dan kualitas pengelolaan risiko.
Posisi likuiditas juga masih solid. Bank SulutGo mencatat liquidity coverage ratio atau LCR sebesar 234%, jauh di atas ketentuan minimum, sehingga memberi bantalan yang cukup untuk menghadapi tekanan jangka pendek.
Fondasi laba masih bertumpu pada bisnis inti
Rangkaian angka tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan utama Bank SulutGo masih datang dari bisnis inti yang terjaga. Pendapatan bunga yang meningkat, margin yang tetap tinggi, dan biaya yang lebih efisien saling mendukung dalam mengangkat kinerja laba.
Di sisi lain, stabilitas kredit dan likuiditas yang tebal menunjukkan perbaikan kinerja tidak berdiri pada satu faktor saja. Bank SulutGo tetap menjaga pertumbuhan secara terukur, sambil memperkuat fondasi operasional yang membuat kinerjanya terlihat lebih sehat pada awal tahun.
Source: finansial.bisnis.com




