Lolos Ke Putaran Dua, Roberto Sanchez Kini Diterpa Ancaman Hukuman Penjara Karena Laporan Keuangan Palsu

Sorotan terhadap Roberto Sanchez kini tidak hanya datang dari arena politik, tetapi juga dari meja hijau. Saat namanya sudah dipastikan melaju ke putaran kedua pemilu Peru, jaksa justru mendorong tuntutan penjara lima tahun empat bulan atas dugaan kejahatan finansial.

Pusat perkara ini berkaitan dengan laporan keuangan yang disebut palsu kepada National Office of Electoral Processes. Jaksa menuduh kandidat presiden sayap kiri dari partai Juntos por el Peru itu memasukkan keterangan tidak benar soal sumbangan kampanye antara 2018 dan 2020.

Dugaan aliran dana yang tak tercatat

Menurut El Comercio, Sanchez dan saudaranya, William Sanchez, disebut menerima lebih dari 280.000 sol Peru atau sekitar $81.720 dalam bentuk kontribusi dan iuran keanggotaan. Jaksa menyebut dana tersebut tidak pernah dimasukkan ke dalam laporan keuangan partai.

Selain tuntutan pidana pokok, jaksa juga meminta sanksi tambahan. Salah satu yang diajukan adalah larangan permanen bagi Sanchez untuk memegang jabatan presiden bagi partainya, masih menurut El Comercio.

Pembelaan dari kubu Sanchez

Pihak Sanchez menolak tuduhan itu. Pengacara Sanchez mengatakan kepada media lokal RPP bahwa tanggung jawab pelaporan keuangan partai berada pada bendahara partai, bukan pada Sanchez.

Pembelaan itu menjadi garis utama kubu Sanchez saat perkara ini bergerak ke tahap berikutnya. Seorang hakim dijadwalkan memutuskan pada 27 Mei apakah kasus tersebut akan dilanjutkan ke persidangan.

Tekanan politik di tengah hasil pemilu

Perkara hukum ini muncul di saat hasil putaran pertama pemilu bulan lalu sudah menempatkan Sanchez di jalur putaran kedua. Ia akan berhadapan dengan rival konservatif Keiko Fujimori dalam pemilihan ulang yang dijadwalkan pada 7 Juni.

Dengan 99,76 persen suara telah dihitung, Fujimori memimpin jauh dengan 17,17 persen suara. Sanchez, yang didukung mantan Presiden Pedro Castillo yang kini dipenjara, meraih 12 persen suara.

Posisi Sanchez bahkan sempat berada sangat dekat dengan mantan Wali Kota Lima ultra-konservatif Rafael Lopez Aliaga. Lopez Aliaga memperoleh 11,91 persen, dengan selisih sekitar 15.000 suara dari Sanchez.

Hasil akhir putaran pertama diperkirakan keluar pada 15 Mei. Di saat peta persaingan menuju putaran kedua mulai mengerucut, ancaman hukum terhadap Sanchez menambah lapisan baru dalam kampanye yang sudah berada di bawah tekanan tinggi.

Baca Juga

Back to top button