Sorotan terbesar GAC di Beijing Auto Show bukan hanya jumlah model yang dibawa, tetapi juga cara brand AION menampilkan arah pengembangan yang serentak ke beberapa segmen. Dalam satu panggung, perusahaan ini memperlihatkan bahwa strategi produknya tidak lagi bertumpu pada satu tipe kendaraan, melainkan bergerak ke SUV, sedan, MPV, dan model petualang sekaligus.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan ambisi GAC Group untuk memperkuat posisi di pasar global. Di tengah pameran yang digelar di China International Exhibition Center, Presiden GAC Group Xia Xianqing menyampaikan, “Kami terus tumbuh, dan terima kasih atas kepercayaan kepada seluruh konsumen.”
Lima model baru dalam satu momentum
Alih-alih memperkenalkan satu model unggulan, GAC justru membawa lima kendaraan baru sekaligus. Deretan itu terdiri dari Hyptec S600, AION N60, Aistaland GT7, AION E8, dan Yue 7, yang masing-masing menyasar kebutuhan dan karakter pasar yang berbeda.
Strategi ini memperlihatkan bagaimana GAC merancang portofolio yang lebih lebar. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tampak ingin menegaskan bahwa pengembangan kendaraan listrik, hybrid, dan teknologi pintar berjalan beriringan dalam satu ekosistem produk.
SUV untuk dua arah teknologi
Hyptec S600 menjadi salah satu model yang menonjol karena ditawarkan dalam dua pilihan penggerak. Versi listrik murninya memakai baterai 250 kW, sementara varian lain mengadopsi mesin hybrid 1.5 Turbo.
Sementara itu, AION N60 muncul sebagai SUV kompak yang mengandalkan motor listrik berbasis silikon karbida. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 610 km saat baterai terisi penuh, sehingga model ini diarahkan untuk kebutuhan efisiensi dan mobilitas jarak jauh.
MPV yang dikaitkan dengan Indonesia
Perhatian lain tertuju pada AION E8 karena model ini memiliki kaitan langsung dengan rencana pasar Indonesia. CEO GAC Indonesia Andry Ciu sebelumnya sudah menyampaikan bahwa MPV tersebut akan segera diperkenalkan di Tanah Air.
“Seperti yang sudah saya sampaikan, kami akan ikut memperkenalkan MPV di Indonesia,” kata Andry. Pernyataan itu membuat AION E8 menjadi salah satu model paling relevan bagi pembaca di Indonesia, karena ekspansinya tidak berhenti di pasar China.
AION E8 sendiri hadir sebagai MPV hybrid tujuh penumpang dengan konsep mobile living room. Model ini memakai mesin hybrid 2.0 L dengan transmisi DHT, yang diklaim menghasilkan tenaga gabungan 318 dk dan kecepatan maksimum 170 km/jam.
Efisiensinya juga menjadi bagian penting dari nilai jual kendaraan ini. Konsumsi bahan bakarnya disebut hanya 5,7 liter/km, sedangkan akselerasi 0-100 km/jam diklaim tuntas dalam 8,8 detik.
Sedan premium dengan teknologi terhubung
Berbeda dari MPV dan SUV, Aistaland GT7 masuk lewat pendekatan yang lebih premium. Model sedan dengan desain shooting brake ini lahir dari kolaborasi strategis antara GAC Group dan Huawei.
Di dalamnya, GT7 membawa sistem Harmony OS, teknologi LiDAR 896-line untuk pengemudian otonom tingkat L3, serta platform pengisian daya super cepat 800-volt. Kombinasi ini memperlihatkan bahwa GAC tidak hanya menonjolkan bentuk kendaraan, tetapi juga memasukkan software, konektivitas, dan bantuan berkendara sebagai nilai utama.
Jip petualang untuk segmen global
Selain model keluarga dan produk premium, GAC juga menampilkan Yue 7 sebagai jip petualang. Model ini diposisikan untuk mengisi segmen off-road global, meski rincian spesifikasi mesinnya belum dijelaskan secara lengkap.
Kehadiran Yue 7 membuat lini kendaraan yang dipamerkan terasa lebih lengkap. Dengan satu langkah di Beijing Auto Show, GAC memperlihatkan bahwa ekspansi mereka mencakup beragam kelas kendaraan dan tidak hanya difokuskan pada satu kebutuhan pasar.
Dalam konteks persaingan kendaraan listrik dan hybrid yang semakin ketat, lima model baru ini menjadi sinyal bahwa GAC sedang memperluas jangkauan produknya secara bersamaan. AION E8, AION N60, Hyptec S600, Aistaland GT7, dan Yue 7 sama-sama memperkuat pesan bahwa perusahaan ini ingin tampil lebih agresif, lebih beragam, dan lebih siap menjangkau pasar internasional.





