Leo Dan Daniel Langsung Menyegel Final Thailand Open, Kekompakan Lama Mereka Cepat Kembali

Tiket final Thailand Open 2026 menjadi bukti bahwa Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin belum kehilangan sentuhan terbaik mereka saat kembali dipasangkan. Setelah sempat berpisah, duet ini langsung tampil meyakinkan dan membuka peluang untuk kembali meraih gelar bersama.

Di Bangkok, Leo/Daniel menyingkirkan wakil China, He Ji Ting/Ren Xiang Yu, di Nimibutr Stadium pada Sabtu (16/5/2026). Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-18, dan hasil itu menunjukkan ritme permainan mereka cepat hidup lagi.

Kekompakan yang cepat kembali

Daniel Marthin menilai proses menyatu lagi dengan Leo berjalan mulus karena keduanya sudah saling mengenal sejak level junior. Menurut dia, pengalaman pernah berpasangan membuat adaptasi ulang tidak memakan banyak waktu.

“Kami, kan, sudah pernah berpasangan walaupun sempat berpisah. Jadi setelah disatukan lagi, kami tidak perlu banyak adaptasi,” ujar Daniel Marthin usai laga, dikutip dari rilis PBSI.

Ia juga menekankan bahwa tujuan yang sama ikut memperkuat hubungan bermain mereka. “Sekarang kami juga punya tujuan yang sama, ingin juara bareng,” kata Daniel.

Final kedua sejak juara Indonesia Masters 2024

Lolos ke partai puncak di Thailand Open 2026 membuat Leo/Daniel kembali mencatat langkah penting dalam perjalanan mereka sebagai pasangan. Ini menjadi final kedua mereka sejak menjuarai Indonesia Masters 2024.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa kualitas mereka di persaingan ganda putra papan atas masih tetap terjaga. Mereka sempat dipisahkan pada 2024 sebelum kembali disatukan setelah Daniel pulih dari cedera yang membuatnya absen selama setahun pada 2025.

Leo beri pujian untuk Daniel

Leo Rolly Carnando mengaku senang bisa kembali mencapai final bersama Daniel. Ia juga memberi apresiasi besar atas penampilan rekannya yang langsung kuat di turnamen pertama setelah lama menepi.

“Saya pasti senang banget bisa mencapai final sama Daniel lagi. Apresiasi dan salut untuk dia yang bisa langsung ke final di turnamen pertama setelah absen satu tahun. Itu bagus banget,” ujar Leo.

Menurut Leo, ada momen penting di gim kedua yang ikut membantu membalik situasi di lapangan. Pada skor 15-13, Daniel sukses meredam serangan lawan meski sempat terjatuh lalu bangkit lagi untuk menyambar bola di depan net.

“Dia bisa menetralisir serangan mereka padahal kondisinya sudah terjatuh lalu bangun dan menyambar di depan net, itu luar biasa,” kata Leo.

Waspada jelang laga penentu

Meski sudah mengamankan tempat di final, Leo/Daniel tidak ingin cepat puas. Mereka kini menatap laga puncak melawan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Leo menilai kewaspadaan harus dijaga karena kondisi lapangan di Bangkok bisa berubah dari hari ke hari. Ia menyebut arah angin dan shuttlecock menjadi faktor yang perlu terus dibaca dengan cepat.

“Besok kami harus lebih waspada, dari segala sisinya. Serangan mereka harus diantisipasi dengan kondisi lapangan yang rasanya setiap hari berbeda dari arah anginnya, shuttlecock-nya jadi kami harus terus siap,” ujar Leo.

Situasi itu membuat final nanti bukan hanya soal kualitas pukulan, tetapi juga soal penyesuaian terhadap kondisi pertandingan. Bagi Leo/Daniel, peluang untuk kembali juara bersama kini ada di depan mata.

Source: bola.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button