Lazio Hentikan Benteng Napoli, Rekor 495 Hari Kandang Akhirnya Runtuh di Maradona

Kekalahan 0-2 dari Lazio di Stadio Diego Armando Maradona bukan hanya soal kehilangan tiga poin bagi Napoli. Laga itu juga menandai berakhirnya rentang kandang yang panjang, setelah rekor tak terkalahkan di Serie A di rumah sendiri akhirnya runtuh usai 495 hari.

Bagi Napoli, hasil tersebut datang pada momen yang sangat tidak ideal. Tim asuhan Antonio Conte masih bertahan di posisi kedua dengan 66 poin, tetapi jarak mereka kini melebar menjadi 12 angka dari Inter Milan di puncak klasemen, sehingga tekanan di persaingan gelar terasa semakin berat.

Lazio tampil efisien sejak awal

Lazio tidak membuang waktu untuk mengambil kendali pertandingan. Matteo Cancellieri sudah membuka skor pada menit ke-6, dan gol cepat itu langsung mengubah arah laga karena Napoli dipaksa mengejar sejak awal.

Keunggulan tersebut membuat Lazio bisa bermain lebih tenang dan menjaga struktur permainan dengan rapi. Napoli memang mencoba membalas, tetapi upaya mereka kerap mentok sebelum benar-benar menjadi ancaman serius di depan gawang lawan.

Pada babak kedua, Tomas Basic memperbesar keunggulan Lazio lewat gol pada menit ke-57. Setelah itu, tuan rumah kesulitan menemukan cara untuk membongkar pertahanan tim tamu hingga laga berakhir tanpa respons.

Rekor kandang Napoli akhirnya terhenti

Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena Napoli sebelumnya mampu menjaga benteng kandang mereka dalam waktu sangat lama. Berdasarkan data Opta, ini adalah kekalahan kandang pertama Napoli di Serie A setelah bertahan selama 495 hari.

Ada satu detail yang membuat hasil ini semakin menarik. Lazio juga menjadi lawan yang menimbulkan kekalahan kandang terakhir Napoli di Serie A, tepat pada 8 Desember 2024.

Fakta itu membuat Lazio mencatat pencapaian tersendiri di kasta tertinggi sepak bola Italia. Mereka menjadi klub pertama yang mampu menang empat kali beruntun di markas Napoli, sebuah catatan yang mempertegas betapa sulitnya stadion tersebut bagi banyak tim lain, namun tidak untuk Lazio pada momen ini.

Dampak bagi papan atas dan kepercayaan diri

Hasil di Maradona jelas memberi keuntungan besar bagi Lazio dalam perburuan posisi papan tengah. Tambahan tiga poin membawa mereka naik ke peringkat kedelapan dengan koleksi 47 poin dari 33 pertandingan.

Bagi Napoli, situasinya justru berbalik menjadi beban tambahan. Kekalahan di kandang membuat mereka bukan hanya tertinggal dari Inter, tetapi juga harus menjaga konsistensi dengan lebih ketat jika masih ingin mempertahankan peluang tipis dalam perebutan gelar Serie A.

Pukulan ini juga terasa dari sisi mental karena Napoli gagal memanfaatkan laga kandang untuk menekan rival terdekat. Saat persaingan memasuki fase penting, hasil semacam ini bisa memberi dampak lebih besar daripada sekadar selisih skor di atas kertas.

Sorotan lain dari laga ini

Nama Vanja Milinkovic-Savic ikut menjadi perhatian dalam konteks pertandingan ini. Kiper tersebut semakin dikenal karena kemampuan membaca arah penalti dan tetap hadir di momen-momen krusial untuk timnya.

Sejak musim 2021-22, Milinkovic-Savic sudah mencatat delapan penyelamatan penalti di lima liga top Eropa. Catatan itu menyamai rekor David Soria dan menegaskan betapa ia konsisten saat menghadapi situasi yang paling menentukan.

Untuk Napoli, semua rangkaian itu meninggalkan pekerjaan rumah besar menjelang laga-laga berikutnya. Rekor kandang yang sempat bertahan 495 hari sudah hilang, sementara jarak dengan Inter makin menuntut mereka tampil lebih stabil di sisa musim.

Exit mobile version