Langit Jateng Masih Basah Besok, Solo hingga Magelang Diprakirakan Hujan Ringan

Rencana bepergian besok di Jawa Tengah sebaiknya disiapkan lebih cermat karena sejumlah wilayah diprakirakan mengalami hujan ringan. Kondisi ini membuat jalur aktivitas harian berpotensi lebih licin dan lembap, terutama bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan informasi dari laman BMKG yang dikutip TribunWow.com, wilayah seperti Solo, Boyolali, Semarang, Kendal, dan Magelang masuk dalam daerah yang diperkirakan diguyur hujan ringan. Situasi cuaca ini juga selaras dengan pantauan di Klodran, Colomadu, Karanganyar, yang pada Rabu, 22 April 2026, pukul 13.30 WIB tercatat diguyur hujan ringan.

Sejumlah daerah di Jateng masuk wilayah hujan ringan

BMKG memprakirakan hujan ringan tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti Solo dan Semarang, tetapi juga di beberapa kabupaten lain. Daerah lain yang disebut memiliki potensi serupa adalah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, dan Purworejo.

Dalam sebaran cuaca tersebut, suhu udara di berbagai wilayah umumnya berada pada kisaran 20–31 derajat Celsius. Meski suhu tidak tergolong ekstrem, kelembapan udara yang tinggi membuat suasana cenderung terasa lebih basah dari biasanya.

Rincian suhu dan kelembapan di beberapa wilayah

Cilacap diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 23–30 derajat Celsius dan kelembapan 71–97 persen. Banyumas berada pada kisaran 22–30 derajat Celsius dengan kelembapan 69–96 persen.

Purbalingga juga diprediksi mendapat hujan ringan dengan suhu 22–30 derajat Celsius dan kelembapan 71–97 persen. Sementara itu, Banjarnegara diperkirakan menjadi daerah yang lebih sejuk dengan suhu 20–28 derajat Celsius dan kelembapan 72–98 persen.

Kebumen berada pada suhu 23–31 derajat Celsius dengan kelembapan 69–98 persen. Adapun Purworejo diperkirakan mencatat suhu 22–31 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 64–99 persen, yang menunjukkan udara sangat lembap.

Dampak yang perlu diwaspadai warga

Kondisi berawan yang disertai hujan ringan dapat memengaruhi mobilitas warga, terutama di jalur antarkabupaten dan kawasan yang rawan genangan. Karena itu, perjalanan yang melibatkan banyak perpindahan lokasi sebaiknya disusun lebih fleksibel agar tidak terganggu cuaca.

Pengendara roda dua menjadi salah satu kelompok yang perlu lebih waspada saat melintasi jalan yang basah. Selain itu, pelaku usaha dan petani juga perlu memperhatikan prakiraan BMKG karena aktivitas mereka sangat bergantung pada kondisi cuaca harian.

Bagi warga yang sudah berencana melakukan aktivitas luar rumah, payung atau jas hujan sebaiknya disiapkan sejak awal. Dengan kondisi udara yang masih lembap dan potensi hujan ringan di beberapa wilayah, aktivitas pada Kamis besok dinilai lebih aman jika disesuaikan dengan perubahan cuaca yang mungkin terjadi.

Source: wow.tribunnews.com

Baca Juga

Back to top button