Chelsea mengakhiri kerja sama dengan Liam Rosenior setelah rentetan hasil buruk membuat posisi klub semakin terjepit. Kekalahan 0-3 dari Brighton & Hove Albion menjadi titik paling menyakitkan, karena hasil itu memperpanjang catatan negatif The Blues menjadi lima kekalahan beruntun di Premier League.
Keputusan tersebut muncul di tengah tekanan besar yang terus menumpuk di Stamford Bridge. Performa tim tak menunjukkan tanda-tanda membaik, sementara posisi Chelsea di klasemen Liga Inggris ikut merosot dan membuat manajemen harus bergerak cepat mencari arah baru.
Tekanan yang tak lagi bisa ditahan
Rangkaian hasil buruk akhirnya menjadi alasan utama di balik pemutusan kerja sama itu. Chelsea dinilai sudah kehilangan kesabaran terhadap tren negatif yang terus berulang, terlebih ketika setiap laga justru menghadirkan masalah yang sama di lapangan.
Rosenior, yang berusia 41 tahun, tidak berhasil menghentikan penurunan performa tim. Di saat ekspektasi terhadap Chelsea tetap tinggi, kekalahan demi kekalahan membuat kepercayaan untuk membalikkan keadaan perlahan habis.
Stamford Bridge masuk fase yang tidak stabil
Situasi di Stamford Bridge kini jauh dari kondisi tenang. Klub masih berkutat dengan performa yang tidak konsisten, sementara persaingan di papan klasemen membuat setiap poin terasa sangat berharga.
Dilansir Detik Sport, posisi Chelsea di klasemen ikut memperkuat pandangan bahwa langkah melepas Rosenior memang sulit dihindari. Dalam situasi seperti ini, satu hasil negatif saja bisa berdampak besar terhadap peluang klub menutup musim dengan lebih baik.
Fokus berpindah ke sosok baru
Setelah keputusan berpisah dengan Rosenior, Chelsea langsung mengalihkan perhatian ke pencarian pelatih baru. Laporan Telegraph menyebut klub ingin menghadirkan sosok berpengalaman agar perbaikan bisa segera terlihat.
Empat nama pun langsung masuk dalam pertimbangan manajemen, yakni Cesc Fabregas, Andoni Iraola, Xabi Alonso, dan Julian Nagelsmann. Daftar itu menunjukkan Chelsea masih mencari figur dengan reputasi kuat sekaligus potensi memberi dampak cepat.
Empat kandidat dengan situasi berbeda
Cesc Fabregas menjadi salah satu nama yang menyita perhatian berkat kiprahnya bersama Como. Klub tersebut tampil sebagai tim kuda hitam di Serie A, sehingga nama Fabregas ikut mendapat sorotan lebih luas.
Andoni Iraola juga masuk radar setelah membawa Bournemouth tampil impresif. Namun, ia disebut dijadwalkan meninggalkan klub tersebut pada akhir musim, sehingga situasinya masih harus dipantau lebih lanjut oleh Chelsea.
Xabi Alonso menjadi opsi lain karena saat ini berstatus tanpa klub setelah berpisah dari Real Madrid pada awal tahun ini. Sementara itu, Julian Nagelsmann berada dalam kondisi yang berbeda karena masih menjabat sebagai pelatih kepala Tim Nasional Jerman.
Pekerjaan rumah Chelsea di bursa pelatih
Meski empat nama itu terdengar menarik, Chelsea diperkirakan tidak akan mudah mendapatkan pelatih top. Keraguan tetap ada mengenai minat para kandidat besar, terutama jika klub gagal menembus zona Liga Champions.
Saat ini Chelsea berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan 48 poin. Cole Palmer dan rekan-rekannya tertinggal lima angka dari Liverpool yang menempati posisi kelima, batas akhir zona kualifikasi Liga Champions, sementara musim menyisakan lima laga lagi.





