Burrowing Parakeet menarik perhatian bukan hanya karena warnanya, tetapi juga karena cara hidupnya yang jarang ditemukan pada burung beo lain. Di Patagonia, burung ini membentuk koloni besar di tebing dan tanah curam, lalu menggali liang sendiri untuk bertelur dan membesarkan anak.
Kebiasaan itu membuatnya sangat berbeda dari banyak parkit lain yang memilih rongga pohon sebagai tempat bersarang. Pada Burrowing Parakeet, rumah justru dibuat di tebing pasir, tanah liat, atau lereng yang relatif aman dari predator.
Sarang di tanah, bukan di pohon
Burrowing Parakeet, yang juga dikenal sebagai Patagonian Conure, banyak ditemukan di Argentina dan wilayah Patagonia. Menurut DataZone by BirdLife, liang yang mereka gali bisa mencapai beberapa meter dan dipakai sebagai tempat berlindung sekaligus ruang berkembang biak.
Di satu tebing, jumlah liang dapat sangat padat. Ratusan hingga ribuan sarang bisa berdiri berdampingan dalam satu koloni besar.
Koloni besar yang nyaris tak pernah sepi
World Parrot Trust menyebut spesies ini sebagai burung sosial yang hidup berkelompok dalam jumlah besar. Dalam satu area tebing, koloninya dapat mencakup ratusan hingga ribuan individu yang bergerak bersama.
Pola hidup seperti ini membantu mereka menghadapi ancaman predator. Suasana koloni juga sangat ramai karena burung-burung ini terus bersuara keras, terutama saat terbang atau mencari makan bersama.
Tak heran jika Burrowing Parakeet kerap dianggap sebagai salah satu burung beo paling berisik di Amerika Selatan. Kekompakan kelompoknya menjadi ciri yang mudah dikenali dari kejauhan.
Berburu makan hingga melintasi wilayah terbuka
Kehidupan mereka tidak berhenti di tebing tempat bersarang. Birds of the World mencatat bahwa Burrowing Parakeet terbang berkelompok melintasi padang rumput, semak, dan wilayah terbuka untuk mencari makanan.
Menu mereka meliputi biji-bijian, buah, serta tanaman liar. Aktivitas mencari makan biasanya berlangsung pada pagi dan sore hari, lalu mereka kembali ke koloni untuk beristirahat bersama kelompoknya.
Pola jelajah jauh ini sangat penting di lingkungan Patagonia yang kering dan keras. Aksi terbang massal burung-burung ini juga menjadi salah satu pemandangan paling menarik dari spesies tersebut.
Warna tubuh yang tidak mencolok, tetapi khas
Secara tampilan, Burrowing Parakeet memiliki warna yang cukup mudah dikenali. Bagian atas tubuhnya didominasi hijau zaitun, sementara dadanya berwarna abu-abu kecokelatan dan perutnya kuning hingga jingga.
eBird menyebut ekornya yang panjang dan tubuhnya yang ramping membantu burung ini bergerak lincah saat terbang. Warna tubuhnya juga memberi kamuflase yang baik di habitat kering dan berbatu.
Gabungan warna, bentuk tubuh, dan perilaku hidupnya membuat spesies ini menonjol di antara burung beo Amerika Selatan. Meski tidak secerah beberapa burung tropis lain, penampilannya tetap kuat melekat di ingatan.
Ancaman yang masih membayangi
Di balik kehidupan koloni yang rapat, Burrowing Parakeet tidak sepenuhnya aman. Perburuan, perdagangan satwa, dan kerusakan habitat menjadi tekanan utama yang memengaruhi populasinya di alam liar.
Beberapa koloni juga terganggu oleh aktivitas pertanian dan pembangunan di sekitar habitat mereka. Meski penyebarannya masih cukup luas, sejumlah subspesies telah mengalami penurunan jumlah populasi.
Karena itu, perlindungan habitat tebing menjadi sangat penting. Tanpa upaya konservasi yang baik, koloni besar Burrowing Parakeet berisiko terus menyusut di masa depan.
Source: www.idntimes.com




