Pasar kembali menaruh perhatian pada PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) setelah muncul temuan cadangan emas baru di prospek Kolokoa, Gorontalo. Temuan ini dipandang bukan sekadar penambahan sumber daya, melainkan juga faktor yang bisa memperkuat valuasi perseroan dan memberi ruang bagi revisi target pendapatan ke depan.
Daya tarik Kolokoa semakin besar karena lokasinya sangat dekat dengan deposit utama Pani. Kedekatan itu membuat pasar melihat potensi integrasi operasi yang lebih efisien, dengan konektivitas aset yang lebih kuat dan biaya pengembangan yang berpeluang lebih terkendali.
Kolokoa jadi sorotan karena nilai strategisnya
Direktur Utama Merdeka Gold Resources, Boyke Poerbaya Abidin, menyebut Kolokoa strategis karena hanya berjarak 500 meter dari deposit utama Pani. Dengan posisi seperti itu, Kolokoa dipandang sebagai sumber daya satelit yang bisa mendukung pertumbuhan sumber daya dan produksi perusahaan.
Boyke menjelaskan bahwa kedekatan Kolokoa dengan Pani, ditambah potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan area ini sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi di masa mendatang. Cara pandang ini membuat Kolokoa tidak hanya dibaca sebagai cadangan tambahan, tetapi juga sebagai aset yang punya peran operasional nyata.
NAV berpeluang terdorong lebih tinggi
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai penemuan Kolokoa dapat memaksa pasar menghitung ulang prospek EMAS. Menurutnya, tambahan sumber daya berpotensi mendorong net asset value atau NAV perseroan ke tingkat yang lebih baik.
“Pastinya ini bisa meningkatkan NAV perseroan. Belum lagi ada efek positif dari mine life extension atau perpanjangan umur tambang, sehingga risiko terjadinya deplesi aset menjadi menurun,” ujar Nafan.
Pernyataan itu menegaskan bahwa perhatian pasar tidak berhenti pada jumlah cadangan yang bertambah. Umur ekonomis aset yang lebih panjang juga menjadi pertimbangan penting karena turut memengaruhi pandangan investor terhadap nilai wajar perusahaan tambang.
Ruang revisi target pendapatan makin terbuka
Nafan juga menyoroti potensi tambahan sekitar 20 juta hingga 40 juta ton bijih di Kolokoa. Volume tersebut dinilai cukup kuat untuk menjadi dasar pasar dalam merevisi naik target pendapatan tahunan EMAS.
Tambahan bijih memang belum otomatis berubah menjadi pendapatan, tetapi skala sumber daya yang lebih besar memberi landasan yang lebih luas untuk proyeksi produksi dan penjualan emas. Dalam industri pertambangan, kenaikan cadangan atau sumber daya biasanya ikut mengubah cara pasar menilai kemampuan sebuah emiten menghasilkan pendapatan.
Bila pengembangan berjalan sesuai rencana, kapasitas pendapatan EMAS berpeluang dinilai lebih tinggi dari ekspektasi awal. Faktor ini menjadi penting karena investor umumnya melihat emiten tambang dari kombinasi cadangan, produksi, dan ketahanan asetnya.
Metode penambangan dan hasil awal jadi penopang
Keunggulan Kolokoa juga datang dari karakter penambangannya. Lokasi ini memakai metode open pit yang dinilai lebih efisien dari sisi keekonomian karena mineralisasinya relatif konsisten.
Nafan menyebut bahwa jika ekstraksi didominasi bijih oksida, prosesnya akan lebih sederhana dan murah. Kondisi seperti ini membantu perusahaan menjaga margin keuntungan, terutama ketika harga komoditas bergerak naik turun.
Data awal dari 30 lubang bor menunjukkan target eksplorasi Kolokoa berada pada kadar emas 0,3 g/t hingga 0,5 g/t. Beberapa titik juga mengonfirmasi zona mineralisasi dekat permukaan dengan kadar mencapai 1,57 g/t emas.
Hasil pengujian metalurgi ikut memperkuat optimisme. Tingkat pemulihan emas tercatat 87% hingga 94% untuk material oksida, serta 81% hingga 92% untuk material transisi, dan hasil itu sejalan dengan fasilitas pengolahan di Tambang Pani.
Fundamental EMAS masih dipandang solid
Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, menilai fundamental perusahaan masih solid. Ia melihat rencana peningkatan produksi yang terukur serta potensi cadangan tambahan sebagai faktor yang dapat menopang valuasi dalam jangka menengah.
Hingga kini, EMAS telah menyelesaikan 30 dari target 82 lubang bor yang direncanakan untuk 2026. Tambang Emas Pani sendiri mulai beroperasi sejak Februari 2026, dengan target produksi emas tahun ini berada di kisaran 100.000 hingga 115.000 ounces.
Dengan posisi Kolokoa yang dekat dengan Pani, hasil eksplorasi yang mulai terbaca, serta potensi efisiensi operasi yang lebih baik, pasar kini punya lebih banyak alasan untuk mencermati arah pertumbuhan EMAS ke depan.





