Keraguan Gary Neville Menguat, Arsenal Dinilai Belum Punya Mental Penakluk Atletico Madrid

Gary Neville menilai Arsenal tetap punya kekuatan untuk bersaing di papan atas, tetapi belum tentu cukup matang untuk menembus final Liga Champions. Mantan bek Manchester United itu menempatkan mental juara sebagai titik paling besar yang menurutnya masih perlu dibuktikan oleh tim asuhan Mikel Arteta saat menghadapi Atletico Madrid.

Penilaian Neville tidak muncul sebagai kritik tunggal terhadap kualitas Arsenal, melainkan sebagai keraguan atas kemampuan mereka bertahan di tekanan terbesar. Di satu sisi, The Gunners masih berada dalam persaingan gelar Liga Inggris dan tetap menjaga peluang di Liga Champions, tetapi di sisi lain Neville melihat ajang Eropa punya tuntutan yang jauh lebih keras.

Atletico Madrid dianggap sebagai ujian paling berat

Menurut Neville, lawan yang paling berbahaya bagi Arsenal adalah Atletico Madrid. Ia memandang tim Diego Simeone memiliki karakter yang sangat cocok untuk pertandingan sistem gugur karena disiplin, kuat bertahan, dan mampu menjaga intensitas saat laga berubah arah.

Neville juga menyebut masih ada tim lain yang tidak kalah sulit, termasuk Bayern Munich dan Paris Saint-Germain. Dari sudut pandangnya, keberadaan tim-tim itu membuat jalan Arsenal tidak bisa dianggap mudah meski mereka sedang tampil kompetitif.

“Saya pikir ada tim yang lebih baik di sana daripada mereka di Liga Champions dan ini adalah kompetisi piala,” kata Neville. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa baginya, kualitas permainan saja tidak cukup untuk menjamin langkah jauh di kompetisi ini.

Mental dan pengalaman jadi pembeda

Neville menyoroti bahwa banyak pemain Arsenal belum punya pengalaman yang cukup untuk melewati fase-fase penting Liga Champions. Ia menilai tekanan di level ini berbeda dari kompetisi domestik karena setiap kesalahan kecil bisa langsung berakibat fatal.

“Banyak dari pemain ini tidak tahu cara memenangkan Liga Champions, tetapi mereka sudah begitu dekat dalam perburuan gelar dan mereka akan sangat putus asa untuk tidak gagal dalam hal itu,” ujar Neville. Ucapan itu menunjukkan kekhawatirannya bahwa kedekatan dengan trofi justru bisa menambah beban psikologis.

Bagi Neville, tim yang bisa bertahan di situasi seperti ini biasanya bukan hanya tim yang rapi dalam permainan. Tim seperti itu, menurut dia, sudah terbiasa menuntaskan laga besar dengan ketenangan dan ketahanan mental yang teruji.

Arteta diminta tetap mengejar dua ajang sekaligus

Neville juga menolak gagasan agar Mikel Arteta memilih satu kompetisi dan mengorbankan yang lain. Ia menilai Arsenal seharusnya tetap mengejar setiap pertandingan dengan ambisi penuh, tanpa mengendurkan fokus di Liga Inggris maupun Liga Champions.

“Say adalah, Mikel Arteta harus mengejar setiap pertandingan dan tidak memprioritaskan satu di atas yang lain,” kata Neville. Ia menambahkan bahwa peluang menjuarai Liga Premier saat ini terlihat lebih realistis dibanding Liga Champions.

Pandangan tersebut muncul karena Liga Inggris masih menyisakan banyak laga, sehingga persaingan gelar bisa bergerak bertahap. Sementara itu, di Liga Champions, satu malam yang buruk dapat langsung menghentikan perjalanan tim.

Serangan Arsenal masih jadi catatan

Selain soal mental, Neville juga mengamati kualitas serangan Arsenal yang menurutnya belum sepenuhnya meyakinkan. Ia menunjuk kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United sebagai contoh bahwa produksi peluang tim masih perlu ditingkatkan.

Dalam laga itu, Arsenal hanya mencatat angka harapan gol atau xG sebesar 0,64. Angka tersebut menjadi dasar bagi Neville untuk menilai bahwa efektivitas di lini depan belum cukup kuat jika Arsenal ingin bersaing di level tertinggi.

“Banyak hal yang mereka lakukan dalam permainan ini tidak bagus dari sudut pandang taktis,” ucap Neville. Ia melihat Arsenal perlu lebih berani membangun serangan agar tidak terlalu bergantung pada penyelesaian yang terbatas.

Pertahanan tetap menjadi modal utama

Meski memberi banyak catatan, Neville tetap mengakui kekuatan Arsenal di lini pertahanan. Ia menilai organisasi skuad ini cukup solid dan kerja keras para pemain menjadi alasan penting mengapa mereka bisa bertahan di posisi atas.

“Mereka sangat bagus secara defensif dan mereka benar-benar bekerja keras,” kata Neville. Menurutnya, disiplin dan kekompakan itu menjadi fondasi yang membuat Arsenal tetap stabil di fase akhir musim.

Arsenal kini unggul tiga poin dari Manchester City, meski rival mereka masih memiliki satu pertandingan simpanan. Dengan situasi itu, perhatian terhadap soal mental juara, pengalaman, dan ketajaman Arsenal akan semakin ramai saat fokus beralih ke duel besar melawan Atletico Madrid di Spanyol.

Exit mobile version