Kawasan industri di Jawa Tengah mulai menunjukkan daya tarik yang semakin kuat, terutama ketika Kendal muncul sebagai titik paling menonjol dalam arus investasi terbaru. Di tengah realisasi investasi provinsi yang mencapai Rp 23,02 triliun pada triwulan I-2026, kabupaten ini kembali memegang posisi tertinggi di Jawa Tengah.
Pencapaian Kendal tidak berdiri sendiri. Wilayah ini sudah mempertahankan tren kenaikan sejak 2021 dengan pertumbuhan 5,35 persen secara year-on-year, sehingga perannya sebagai penggerak industri di pantai utara Jawa Tengah terlihat semakin konsisten.
KEK Kendal menjadi pusat gravitasi baru
Mesin utama di balik capaian itu adalah Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Kendal. Pengembangan kawasan ini menjadi penanda babak baru kerja sama strategis antara PT Jababeka Tbk (KIJA) dan Sembcorp Development Ltd asal Singapura.
Proyek perluasan yang sedang berjalan diarahkan untuk menambah kapasitas tampung industri. Langkah tersebut juga diharapkan semakin memperkuat rantai pasok yang sudah mulai padat di kawasan itu.
Hingga triwulan I-2026, KEK Kendal mencatat 139 pelaku usaha dengan akumulasi komitmen investasi Rp 189,16 triliun. Di saat yang sama, kawasan ini telah menyerap 42.000 tenaga kerja langsung.
Basis industri makin beragam
Daya tarik KEK Kendal tidak hanya terlihat dari besarnya nilai investasi. Aktivitas industrinya sudah merambah otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi, alat kesehatan, tekstil, dan pangan.
Keragaman sektor itu membuat kawasan ini tidak bertumpu pada satu jenis industri saja. Kondisi tersebut juga membuka ruang lebih besar bagi rantai pasok dan penyerapan tenaga kerja di dalam kawasan.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menegaskan bahwa kenaikan volume investasi ikut mendorong kebutuhan terhadap standar operasional kawasan yang lebih tinggi. Ia menyebut KEK Kendal dibangun dengan visi jangka panjang untuk menjadi pusat industri modern yang berdaya saing global.
“Kepercayaan investor terus meningkat, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan bahwa pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Juliani di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Efisiensi kawasan jadi nilai jual penting
Selain karena skala investasinya, KEK Kendal juga dipandang menarik berkat efisiensi birokrasi dan penyediaan utilitas terpadu. Faktor ini membuat kawasan tersebut dilihat sebagai contoh kerja sama yang memberi kepastian operasional bagi korporasi global.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura juga menempatkan efisiensi pengelolaan kawasan terintegrasi sebagai isu penting. Hal ini turut menjadi perhatian dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menlu RI Sugiono.
Meski begitu, fase berikutnya tidak lepas dari tantangan. Kesiapan pasokan energi dan kelancaran logistik menjadi perhatian utama saat kawasan memasuki perluasan lahan.
Kebutuhan itu menjadi semakin penting karena industri berteknologi presisi, termasuk manufaktur elektronik, membutuhkan pasokan listrik dan air bersih yang stabil tanpa gangguan. Jika utilitas terlambat disiapkan, efisiensi kawasan dapat turun dan memengaruhi keputusan ekspansi pelaku usaha global yang mencari kepastian sebelum menanamkan modal lebih besar.
Di tengah dinamika itu, Kendal tetap memperlihatkan bahwa pertumbuhan investasi di Jawa Tengah tidak lagi hanya soal angka besar, melainkan juga soal kemampuan kawasan menyiapkan infrastruktur, utilitas, dan ekosistem industri yang mampu menampung ekspansi jangka panjang.
Source: www.babelinsight.id




