Kelebihan Vitamin B6 Bisa Mengganggu Saraf, Kesemutan Setelah Minum Suplemen Patut Diwaspadai

Banyak orang menganggap suplemen aman selama dikonsumsi rutin, padahal ada risiko yang muncul diam-diam bila dosisnya tidak diperhatikan. Salah satu tanda yang perlu dicermati adalah kesemutan setelah minum suplemen, karena keluhan ini dapat menandakan kelebihan vitamin B6 yang berpotensi mengganggu saraf.

Masalahnya, gejala awal seperti rasa kesemutan atau mati rasa sering tidak langsung dikaitkan dengan konsumsi vitamin. Padahal, pada sebagian kasus, kelebihan vitamin B6 bisa berkembang perlahan sampai mengarah ke gangguan saraf tepi dan neuropati perifer yang lebih serius.

Vitamin B6 memang tetap dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi saraf, metabolisme, dan sistem kekebalan tubuh. Namun kebutuhan hariannya pada orang dewasa hanya sekitar 1,3 hingga 2,0 miligram, dan jumlah itu umumnya bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari.

Sumber makanan seperti daging unggas, ikan, telur, kentang, pisang, dan kacang-kacangan dapat membantu mencukupi kebutuhan tersebut. Karena itu, orang yang pola makannya sudah seimbang tidak selalu memerlukan tambahan suplemen.

Keluhan yang patut diwaspadai

Tanda yang paling sering muncul lebih dulu berada pada sistem saraf tepi. Kesemutan dan mati rasa pada bagian tubuh tertentu dapat menjadi sinyal awal ketika vitamin B6 dikonsumsi berlebihan.

Pakar neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana, Prof. Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, Sp.S., menjelaskan bahwa kondisi ini memang tidak sering terjadi. Meski begitu, kerusakan saraf akibat kelebihan vitamin B6 dapat berkembang perlahan dan baru terasa saat aktivitas harian mulai terganggu.

Siapa yang perlu lebih hati-hati

Ada kelompok tertentu yang memang bisa membutuhkan tambahan vitamin B6, tetapi penggunaannya tetap perlu pertimbangan medis. Prof. Pinzon menyebut ibu hamil dan menyusui, lansia, serta penderita penyakit ginjal kronis dan diabetes sebagai kelompok yang perlu perhatian lebih.

Pada kelompok tersebut, suplemen tidak seharusnya diminum sembarangan. Tujuannya agar manfaat yang dicari tidak berubah menjadi risiko akibat dosis yang tidak sesuai atau konsumsi jangka panjang tanpa pemantauan.

Risiko juga meningkat ketika seseorang memakai banyak produk sekaligus. Kombinasi beberapa suplemen vitamin B tanpa pengawasan dapat membuat asupan harian melampaui kebutuhan tubuh.

Langkah sederhana untuk mencegah kelebihan

Cara paling dasar adalah membaca label produk sebelum membeli atau mengonsumsi suplemen. Masyarakat juga disarankan tidak menggabungkan beberapa produk vitamin B secara bersamaan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Panduan dari panel ahli multidisiplin kawasan Asia Pasifik juga menekankan pentingnya keseimbangan dosis, durasi konsumsi, dan pemantauan yang tepat. Prof. Pinzon menegaskan bahwa penggunaan vitamin perlu berbasis ilmu pengetahuan dan disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Bila kesemutan atau mati rasa muncul setelah konsumsi suplemen dalam jangka waktu tertentu, penggunaan sebaiknya dihentikan sementara. Setelah itu, kondisi perlu segera dikonsultasikan ke dokter agar sumber keluhan bisa dievaluasi lebih cepat.

Batas yang perlu diperhatikan

Untuk individu sehat, batas aman konsumsi vitamin B6 umumnya tidak melebihi 100 miligram per hari. Pada kondisi tertentu, penggunaan terapeutik dapat mencapai 600 miligram per hari, tetapi hanya dengan pengawasan medis yang ketat.

Tenaga kesehatan juga dianjurkan menilai faktor risiko pada setiap individu, mengatur durasi penggunaan, serta memantau kondisi pasien secara berkala. Peringatan ini menjadi penting terutama bila terapi memakai dosis tinggi atau jika pasien mengonsumsi lebih dari satu produk suplemen sekaligus.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk kesehatan, pemilihan suplemen tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Vitamin B6 memang penting, tetapi keseimbangan asupan dari makanan dan pemantauan medis tetap menjadi cara paling aman untuk mencegah kesemutan hingga kerusakan saraf akibat konsumsi berlebihan.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button